Interview dengan Kim Nam Gil

Written by Yui Shinji 0 comments Posted in:

Ada sesuatu mengenai dia yang...sangat memikat. Mungkin karena senyumannya yang misterius, matanya, atau fakta bahwa ia dapat menendang seseorang dalam serial Queen Seondeok. Ini adalah interview sebelum ia menjadi "hwarang" Bi Dam. Ini adalah sesuatu yang dapat dibaca mengenai aktor ini (interview antara 10Asia dengan Kim Nam Gil)

Kim Nam Gil telah melalui karir yang tidak diprediksi sebelumnya - dari serial TV "Be Strong Geum Soon" sampai film "No Regrets", dan kemudian dari drama "Goodbye Solo" dan meloncat kembali ke film termasuk "Portrait of Beauty" dan "No Regrets". Dia sekarang memperlihatkan warna aslinya sebagai Bi Dam dalam drama yang menjadi hit dari MBC "Queen Seon Deok". 10Asia bertemu dengan Kim dan membicarakan perjalanannya sebagai karakter historis itu.


Interview dengan Kim Nam Gil "Bi Dam" bagian 110:

What situation were you in when you were first asked to appear in “Queen Seon-deok”

Kim Nam-gil: The producers said they thought of my after seeing film “Portrait of a Beauty”. But I actually had been thinking of not taking on a historical drama for some time. I usually try to avoid taking on the same genre or similar characters from my previous works. And it’s also one of the easier ways to avoid facing controversy over my acting. (laugh) So I mulled over whether I should take on “Seon-deok” because it was a historical drama.

10: Situasi apa yang kau hadapi saat kau pertama kali diminta untuk bermain dalam "Queen Seon Deok"

Kim Nam Gil : Produser berkata, mereka memikirkan aku setelah melihat film "Portrait of a Beauty". Tapi aku sebenarnya berpikir untuk tidak mengambil peran tokoh historis untuk sementara. Aku biasanya mencoba tidak mengambil karakter yang sama dari pekerjaanku sebelumnya. Dan ini juga salah satu cara termudah untuk menghindari melihat kontroversi dalam aktingku (ketawa). Jadi aku mempertimbangkan apa aku harus mengambil peranku dalam "Seon-deok" karena ini adalah drama historis.

10: And how did you decide to go for it?

Kim: First, I met with the producers and heard about my character. I thought it was interesting how although Bi-dam actually existed, he had never properly been portrayed in drama or history itself. His character seemed to be quite spectacular, different from other characters and I would be able to make people imagine that he really did live his life the way he did, depending on how I acted his role. The directors explained that he would have a warrior-like feel from film “Crouching Tiger, Hidden Dragon”. And Bi-dam hasn’t carried any weapons in particular till now but he will start carrying around a spear with the motive from “Red Cliff”.

10: Dan bagaimana kau memutuskannya ?

Kim : Pertama, aku bertemu dengan para produser dan mendengar tentang karakterku. Aku pikir itu menarik bagaimana meskipun Bi Dam benar2 ada, dia tidak pernah diperankan secara benar2 dalam drama atau sejarah itu sendiri. Karakternya sepertinya cukup spektakuler, beda dengan karakter yang lain dan aku akan dapat membuat orang berimajinasi bahwa dia benar2 hidup seperti itu, tergantung dengan bagaimana aku berakting dengan perannya. Para sutradara menjelaskan bahwa ia akan menjadi pejuang seperti dari film "Crouching Tiger, Hidden Dragon", dan Bi Dam tidak membawa senjata khusus sampai sekarang tapi ia mulai membawa tombak dengan motif seperti dari "Red Cliff".

10: Are there any parts you discussed with scriptwriters Kim Young-hyun and Park Sang-yeon?

Kim: They said they wanted to meet to talk so I met with them after receiving the script. They said that Bi-dam, unlike other characters who would be fully explained from the beginning of the story, would suddenly appear and make himself understood in just two episodes. So they told me a lot about how he lived his life, how he grew up and everything in general, but I increasingly thought he was like a character from comics. I had been wondering what sort of image he had but “Slam Dunk” came across my mind because I had read it sometime around then.

10: Apa ada bagian2 yang kau diskusikan dengan scriptwriter Kim Young hyun dan Park Sang hyeon?

Kim : Mereka berkata mereka ingin bertemu dan berbicara maka aku menemui mereka setelah menerima skripnya. Mereka berkata bahwa Bi Dam, tidak seperti karakter lain yang akan dijelaskan dengan lengkap dari awal cerita, ia akan muncul tiba-tiba dan akan membuatnya dimengerti hanya dari 2 episode. Jadi mereka berkata padaku banyak hal mengenai bagaimana ia hidup selama ini, bagaimana ia tumbuh dan semuanya pada umumnya, tapi aku semakin berpikir dia seperti karakter dari komik. Aku berpikir image macam apa yang dimilikinya tapi kemudian image "Slam Dunk " muncul karena aku suka membacanya sesekali.

10: From the start of “Seon-deok”, it had been said that Bi-dam, played by Kim Nam-gil, will be the secret weapon to the drama and that Chun-chu, played by Yoo Seung-ho would be the ultimate weapon. Weren’t you under a lot of pressure because the public knew very little about your character and yourself as an actor?

Kim: Ah… I’ve kept wondering why people keep mentioning ’secret weapon’. (laugh) The writers had said we should keep information about Bi-dam as low-key as possible so they decided to cut the part where I appear as a child too. So before I went into shoot, I watched the drama at home too, laughing and crying over the scenes when they told me one day that I would go into shoot the following week. I was completely surprised. And I wanted to look for a hole to hide in after people started talking about me being the secret weapon again… (laugh) I was pressured a lot by those things but I feel more responsibility now and it helps to think that I cannot get by with doing just an okay job.

10: Dari sejak awal "QSD", sudah dikatakan bahwa Bi Dam yang akan diperankan oleh Kim Nam Gil akan menjadi senjata ampuh. Apa kau berada dalam tekanan karena publik tahu sangat sedikit mengenai karaktermu dan dirimu sebagai aktor?

Kim : Ah...aku terus bertanya2 mengapa orang2 selalu menyebut "senjata rahasia" (tertawa) Para penulis sudah mengatakan kita harus menyimpan informasi mengenai Bi Dam serendah mungkin maka mereka memutuskan untuk memotong bagian dimana aku muncul saat masih anak2 juga. Jadi sebelum aku berangkat syuting, aku melihat drama ini di rumah juga, tertawa, dan menangis dengan setiap scene saat mereka berkata satu hari bahwa aku akan melakukan syuting minggu berikutnya. Aku benar2 heran. Dan aku ingin mencari lubang untuk bersembunyi setelah orang2 mulai membicarakan aku sebagai senjata rahasia lagi...(tertawa) Aku tertekan dengan hal2 itu tapi aku merasa semakin bertanggung jawab sekarang dan itu membantuku untuk berpikir bahwa aku tidak dapat melakukan hanya dengan standar ok saja.

10: You made a very strong entrance to the drama.

Kim: The writers had written a strong scene for it but it was up to me and the producers to come up with how we could show it to the viewers. I wondered how I could leave a strong impression while not breaking the flow of the story despite my sudden appearance. That was when I was the most stressed and worried because I wouldn’t be able to catch onto the flow of the story if I couldn’t explain my character well enough in episodes 21 and 22.

10: Kau membuat pemunculan yang sangat kuat ke dalam drama.

Kim : Penulis sudah menulis scene yang kuat untuk itu tapi itu juga tergantung aku dan para produser memikirkan bagaimana menunjukkannya pada pemirsa. Aku bertanya-tanya bagaimana aku dapat meninggalkan kesan yang kuat tapi juga tidak merusak alur cerita karena pemunculanku yang tiba-tiba. Itu adalah saat paling stress dan juga mengkhawatirkan karena aku tidak mungkin mengejar alur cerita jika aku tidak dapat menjelaskan karakterku dengan cukup baik dalam episode 21 dan 22

10: Bi-dam is a character we have never seen in historical dramas and even in “Seon-deok”, his speech is quite modern compared to other characters.

Kim: That’s why in the beginning, I asked our writers if they hadn’t looked at comments the viewers had left on our website. I asked them if I was supposed to take the blame for it. (laugh) But after I heard that Bi-dam lived freely in the mountains and was not used to language they use in the palace, I thought it would be okay if I express myself well enough. And the story had been so serious till then so I didn’t want to make it even more serious than it already is. So although I knew I was taking a risk, I added some parts to liven up the drama when I could. I owe it to the producers for allowing me to act so comfortably. Producer Kim Keun-hong did too but producer Park Hong-kyun in particular has trust in the actors and leaves up a lot to them. They are the best!

10: Bi Dam adalah karakter yang tidak pernah kita lihat dalam drama historis dan bahkan dalam "Seon deok", cara berbicaranya cukup modern jika dibanding dengan karakter lain.

Kim: Itulah mengapa pada awalnya, aku tanya para penulis apa mereka tidak melihat komen2 para pemirsa yang ada di website kami. Aku tanya mereka apa aku harus disalahkan karenanya (tertawa). Tapi setelah aku mendengar bahwa Bi Dam tinggal bebas di gunung dan tidak terbiasa dengan bahasa yang digunakan di istana, Aku pikir itu bukan masalah jika aku mengekspresikan diriku dengan baik. Dan ceritanya juga sangat serius sampai kemudian aku tidak ingin membuatnya lebih serius lagi dari yang sudah ada. Jadi meskipun aku tahu aku mengambil resiko, aku menambahkan beberapa bagian untuk menghidupkan drama jika aku bisa. Aku berhutang pada para produser yang mengijinkanku melakukannya dan berakting dengan sangat nyaman. Produser Kim Keun Hong juga mengijinkan tapi terutama produser Park Hong Kyun yang sudah mempercayai para aktor dan menyerahkan banyak hal pada actornya. Mereka memang yang terbaik!

10: Bi-dam is also a character who is complex on the inside. How did you approach this?

Kim: I decided that Bi-dam is a very innocent character. That’s how he doesn’t get swayed, he is happy to have a friend like Duk-man and will get excited over his own thoughts when everyone else is serious. Everyone will say something about that to him but for Bi-dam, the excitement of doing something with a friend for the first time is greater. However, from that point on, Bi-dam, who had been on a blank page, will gradually start to express that he wants something. Naturally, he inherited his nature and disposition from Mi-shil and Kin Jin-ji so it may seem like he inherited the bad side from Mi-shil, but he was actually a prince and wanted to achieve something great which was suppressed while being raised under Munno.

10: Bi Dam juga adalah karakter yang kompleks di dalamnya. Bagaimana pendekatanmu?

Kim: Aku memutuskan bahwa Bi Dam adalah karakter yang sangat polos. Itulah mengapa ia tidak terlena, ia senang memiliki teman seperti Deok Man dan akan senang sekali dengan pikirannya sendiri ketika semua orang sedang serius. Semua orang akan berkata sesuatu mengenai itu padanya tapi untuk Bi Dam, kesenangan karena melakukan sesuatu dengan seorang teman untuk pertama kalinya lebih besar. Bagaimanapun, dari poin itu ke depan, Bi Dam yang adalah selembar kertas polos, akan secara bertahap mengekspresikan bahwa ia menginginkan sesuatu. Secara alamiah, dia mewarisi wataknya dan keturunannya dari Mi Shil dan Raja Jin Ji jadi sepertinya dia mewarisi sisi jahat dari Mi Shil, tapi dia sebenarnya seorang pangeran dan ingin meraih sesuatu yang besar yang ditekan saat ia dibesarkan dibawah pengawasan Moon Noh.


Interview dengan Kim Nam Gil "Bi Dam" bagian 2

10: It’s quite shocking how Bi-dam killed dozens of people by poisoning them when he was young.

Kim: He only did it on Moon-no’s order to conceal an important publication but the way he did it was wrong. All he wanted was to be approved and praised by his master but to Moon-no, it seemed an act too evil to be done by a child. But it’s actually because Moon-no hasn’t raised kids before. (laugh)

10: Cukup mengejutkan saat bagaimana Bi Dam membunuh lusinan orang dengan meracuni mereka ketika ia masih kecil.

Kim : Ia hanya melakukannya berdasar pada perintah Moon No untuk merahasiakan sesuatu yang penting tapi cara ia melakukannya salah. Yang ia inginkan hanyalah disetujui dan dipuji oleh gurunya tapi buat Moon No, semuanya tampak seperti tindakan yang terlalu kejam untuk dilakukan seorang anak. Tapi itu sebenarnya karena Moon No belum pernah membesarkan anak sebelumnya. (tertawa)

10: Both good and evil coexist with your character but since Bi-dam has shown more of his good side, he will have to start changing soon.

Kim: Bi-dam is only human so he starts wondering who his parents were, why they deserted him and gets upset over it. So if the Bi-dam till now was someone who is a good guy but has a side to him where he can occasionally kill people cruelly, I think he will gradually become someone who hides the evil growing inside him and deceive people by pretending to be good.

10: Baik kebaikan dan kejahatan ada dalam karaktermu tapi sejak Bi Dam memperlihatkan banyak sisi baiknya, dia akan segera mulai berubah.

Kim: Bi Dam itu hanya seorang manusia jadi ia mengawali dengan bertanya-tanya siapa orang tuanya, mengapa mereka membuangnya dan menjadi kesal karenanya. Jadi jika Bi Dam sampai sekarang adalah seseorang yang baik tapi memiliki sisi dimana ia dapat secara biasa saja membunuh orang dengan kejam, aku pikir ia akan menjadi seseorang yang menyembunyikan sisi jahat yang tumbuh dalam dirinya dan menipu orang2 dengan pura-pura menjadi baik.

10: I think the closest similarity between Bi-dam and Mi-shil will be that they stay true to their desires.

Kim: I agree. I think Bi-dam is similar to Mi-shil in that he is so greedy that he will want to have what he wants no matter what and that he’ll try to remove all obstacles that are laid in front of him. People say Bi-dam looks more like Moon-no though. (laugh)

10: Aku pikir kemiripan paling dekat antara Bi Dam dan Mi Shil bukankah mereka tetap jujur dengan keinginannya.

Kim : Aku setuju. Aku pikir Bi Dam mirip dengan Mi Shil karena ia sangat rakus bahwa ia akan memiliki apa yang ia inginkan tidak peduli apa dan dia akan mencoba menyingkirkan semua rintangan yang ada di depannya. Orang2 berkata Bi Dam lebih mirip seperti Moon No (tertawa)

10: What is the largest desire you have as actor Kim Nam-gil?

Kim: For actors, it’s all about acting. I wish my acting would become recognized in my country, that people would laugh and cry while watching it and I also hope to be able to express the sentimentality that people can sympathize in Korea throughout Asia too. My ultimate hope is to become someone who won’t be ashamed of being an actor.

10: Apa keinginanmu sebagai aktor Kim Nam Gil ?

Kim : Sebagai aktor, semuanya tentang akting. Aku berharap aktingku akan dikenal di negaraku, bahwa orang akan tertawa dan menangis sementara melihatnya dan aku juga berharap akan dapat mengekspresikan sentimentalitas bahwa orang dapat bersimpati di Korea dan juga di seluruh Asia. Harapan terbesarku adalah menjadi seseorang yang tidak akan malu menjadi seorang aktor.

10: You once said you won’t pretend you don’t idolize stars. But despite the fact that you haven’t tried to become one, you actually are a star right now.

Kim: Nah, I’m not a star. You have to be at least like Lee Min-ho to be considered a star. I should have tried harder to become friends with him. (laugh)

10: Kau pernah berkata kau tidak akan berpura-pura kau tidak mengidolakan para bintang. Tapi diluar kenyataan bahwa kau belum mencoba untuk menjadi seseorang, kau sebenarnya sudah menjadi bintang sekarang.

Kim : Nah, aku bukan bintang. Kau harus menjadi paling tidak seperti Lee Min Hoo untuk dipertimbangkan sebagai bintang. Aku seharusnya mencoba lebih keras untuk menjadi temannya. (tertawa)

10: Then despite all that, what’s the good thing about becoming known to the public?

Kim: I’ve met a lot of great seniors while doing movies and they don’t do it to become popular. Not that they don’t think of it at all. (laugh) I think money and popularity come with the acting if you do a good job of it. And what I’ve come to realize is that there are a lot of good scenarios out there which could bring the development of our culture even with a small budget. But sometimes the investment will come depending on the actor. So if I become known to the public, I’ve thought that I hope to become an actor who can create an environment where the producer, director and staff can all be more abundant. If I have gained recognition, I think that will be the good thing about it.

10: Lalu disamping itu, hal baik apa jika kau dikenal orang?

Kim: Aku bertemu dengan banyak senior yang hebat saat pembuatan film dan mereka tidak melakukannya untuk menjadi populer. Bukannya mereka tidak pernah memikirkannya (tertawa) Aku pikir uang dan popularitas datang bersama dengan akting jika kau melakukan pekerjaan yang bagus. Dan apa yang aku sadari adalah ada banyak skenario bagus diluar sana yang dapat membawa pengembangan untuk budaya kita bahkan dengan budget yang kecil. Tapi kadang investasi akan datang tergantung pada sang aktor. Jadi jika aku dikenal publik, aku sudah berpikir bahwa aku harap bisa menjadi aktor yang dapat menciptakan kondisi dimana produser, sutradara, dan staf dapat menjadi lebih melimpah. Jika aku dikenal, aku pikir itu adalah hal yang baik.

10: You’ve gone from playing a minor role, to supporting role and now to an actor with star qualities. But you recently wrote “I am doing what I like so I am so lonely the moment I do what I like” which was impressive. What is it like living as an actor?

Kim: There aren’t many people who can live life doing what they want. So people often say to me that I should consider myself lucky because I live my life doing what I want, but I answer that that’s why I’m lonely. In the beginning, I was happy being able to do what I want as my job but you gradually have to compromise more and my identity starts to shake as I am confronted with the duality of the world or financial issues. I’ve stood my ground so far and I think I probably won’t make a different choice. But ironically, I’m really happy when I’m acting. And that’s also how lonely I am.

10: Kau sudah memainkan peran kecil, ke peran pendukung dan sekarang sebagai aktor dengan kualitas bintang. Tapi akhir2 ini kau menulis "Aku melakukan yang aku suka jadi aku sangat kesepian saat aku melakukan yang aku suka". Yang sangat berkesan. Seperti apa kehidupan sebagai aktor?

Kim: Tidak banyak orang yang dapat hidup melakukan apa yang mereka inginkan. Jadi orang sering berkata padaku bahwa aku harus berpikir bahwa diriku beruntung karena aku hidup dengan melakukan yang aku inginkan sebagai pekerjaanku tapi secara bertahap kau harus lebih kompromis dan identitasku mulai tergoncang dan aku harus berhadapan dengan dualitas dunia atau masalah finansial. Aku berdiri di wilayahku sejauh ini dan aku pikir aku mungkin tidak akan membuat pilihan yang berbeda. Tapi ironisnya, aku benar2 bahagia saat aku berakting. Dan juga betapa kesepiannya aku.

Interview dengan Kim Nam Gil "Bi Dam" bagian 3

10: Bi-dam’s teeth in “Queen Seon-deok” seem really white? How come?

Kim Nam-gil: It’s because I put on make-up to make me look darker. Some people if I got my teeth whitened but I actually don’t even go to the dentist that well. (laugh) I don’t eat a lot of junk food though and rarely drink coffee. I just eat a lot when I have my meals. And like I said, my teeth look whiter because my make-up makes me look darker, but it applies to everyone. The light shines off it when it’s dark so my teeth will seem even brighter when we shoot at night.

10: Gigi Bi dam dalam "Queen Seon Deok" benar2 tampak putih? Bagaimana bisa?

Kim Nam Gil : Itu karena aku mengenakan make-up untuk membuatku tampak lebih gelap. Beberapa orang tanya apa aku memakai pemutih gigi tapi sebenarnya aku tidak pergi ke dokter gigi sesering itu. (tertawa) Aku tidak banyak makan junk food dan jarang minum kopi. Aku hanya makan banyak saat jam makan. Dan seperti yang aku bilang gigiku kelihatan putih karena aku memakai make-up yang membuatku terlihat lebih gelap, tapi itu dilihat semua orang. Sinar akan terlihat saat gelap jadi gigiku akan terlihat lebih terang saat kami syuting malam hari.

10: Is there any data or props you used to create your character?

Kim: Kang Baek-ho from comic “Slam Dunk”. And I had read “Vagabond” by the same author a couple of years ago but I was reminded of it while reading the script for “Seon-deok” so I read it again. On top of those characters, I also added the character from “Yul Hyol Kang-ho” to create my own character. Since Bi-dam is a mix of characters from comic books, he is the most unrealistic and a character most unlikely to appear in a historical drama but I think some people actually enjoy it because it’s refreshing.

10: Apa ada data atau kajian yang kau pakai untuk menciptakan karaktermu?

Kim : Kang Baek Ho dari komik "Slam Dunk". Dan aku juga membaca komik "Vagabond" dari penulis yang sama beberapa tahun lalu tapi aku teringat dengannya saat membaca skenario "Seon deok" jadi aku membacanya lagi. Selain semua karakter itu, aku juga menambahkan karakter dari "Yul Hyol Kang Ho" untuk menciptakan karakterku sendiri. Karena Bi Dam adalah percampuran karakter dari komik, dia adalah karakter yang paling tidak realistik dan bukan karakter yang suka ada atau muncul dalam drama historis tapi aku pikir beberapa orang benar2 menyukainya karena itu menyegarkan.

10: You occasionally display acting which I presume is ad-lib. Out of the ad-libs you did, which do you think worked the best?

Kim: The producer allows us to do a lot of ad-libs. We discuss a lot about what might be funny, what would seem Bi-dam-ish, and he sets the line for them. For example, if we’re shooting a scene where everyone is serious but I start picking my nose and he doesn’t cut it, it means it’s okay.

10: Kau sering menunjukkan akting yang aku anggap sebagai tambahan. Diluar itu, mana yang kau pikir terbaik?

Kim : Produser mengijinkan kami melakukan banyak tambahan. Kami membicarakan apakah akan terlihat lucu atau apa yang tampak seperti Bi-dam-ish, dan ia menentukan batasnya. Misalnya, jika kami syuting satu scene dimana semua orang serius tapi aku mulai mengorek hidungku dan ia tidak keberatan atau memotongnya, berarti itu ok.

10: Bi-dam seems to like chicken. Do you really like chicken?

Kim: I do. I also like broiled chicken but it’s not something you get to eat too often. I often order friend chicken though when I’m at home. But I don’t have beer with it. (laugh)1

0: Bi Dam sepertinya suka ayam. Apa kau benar2 suka ayam?

Kim : Ya, aku juga suka ayam rebus tapi itu bukan sesuatu yang dimakan terlalu sering. Aku sering pesan ayam goreng juga saat di rumah. Tapi aku tidak menyantapnya dengan bir. (tertawa)

10: Your character Bi-dam has earned the nickname of ‘Silla’s Anakin Skywalker’ from “Star Wars”. Have you ever thought you would want to be a certain someone’s son?

Kim: That’s a great nickname. I like those things. (laugh) Hmm, as a guy and a father, I respect my own father the most. But if I could leave out the ‘fatherly’ feeling, I would pick singer Seotaeji. I think you could call it deference rather than respect, but I love his musical talent and my acting has been influenced a lot by the way he feels his emotions. I want to follow his example of how he stirred pop culture and changed the flow of things, and be able to the same through acting.

10; Karakter Bi Dam-mu sudah mendapatkan julukan 'Silla Anakin Skywalker' dari "Star Wars" Apa kau pernah berpikir kau ingin menjadi anak siapa?

Kim : Itu adalah julukan yang keren. Aku suka dengan hal2 seperti itu.(tertawa) Hmmm, sebagai seorang pria dan ayah, Aku paling menghormati ayah kandungku. Tapi jika aku dapat meninggalkan perasaan kebapaan, aku akan memilih penyanyi Seotaeji. Aku pikir kau dapat mengatakannya berbeda daripada hormat, tapi aku suka talenta musiknya dan aktingku juga dipengaruhi banyak dengan cara ia merasakan emosinya. Aku ingin mengikuti contohnya bagaimana ia menggabungkan pop culture dan mengubah alur dari banyak hal dan akan sama melalui akting.

10: You call yourself ‘dad’ and your fans ‘daughters’ when writing on your online fan cafe. Is there a particular reason for this?

Kim: One of my seniors who once saw me log-in to my fan page said I look really happy when I go onto the website no matter how tired I said I was. My mind will be at peace when I’m working when my family is happy and my fan page is where people who enjoy my acting or the dramas or films I worked on gather. So if I think of my fan page as my house, I’m the head of the household. That’s why I call myself ‘dad’, my female fans ‘daughters’ and male fans ’sons’ but I’ve recently gained more sons with “Seon-deok”. My own dad came up to me and said, “If they’re your sons, am I your son too?” (laugh)

10: Kau menyebut dirimu sendiri 'ayah' dan fansmu 'anak perempuan' saat menulis di cafe onlinemu. Apa ada alasan khusus?

Kim : Salah satu seniorku yang melihat aku masuk ke halaman fans-ku berkata aku terlihat benar2 bahagia saat aku masuk ke website itu tidak peduli seberapa lelahnya aku. Pikiranku akan damai saat aku bekerja dan keluargaku bahagia dan halaman fansku adalah dimana orang menikmati aktingku atau drama atau film yang kukerjakan. Jadi aku pikir halaman fansku adalah rumahku, aku adalah kepala keluarga. Itulah mengapa aku memanggil diriku 'ayah', fans perempuan sebagai 'anak perempuan' dan fans laki sebagai 'anak laki-laki' tapi aku akhirnya mendapat beberapa anak laki-laki lagi dengan "Seon deok". Ayahku datang dan berkata, "Jika mereka adalah anak laki-lakimu, apakah aku anakmu juga?" (tertawa)

10: You must be extremely busy with your drama but you put up a posting on your fan page very recently too.

Kim: Well, I actually had been just reading what my fans wrote but the people in charge of the website kept asking me to write something. And once, my fans came to see me on set but they compared me to actor Lee Seung-hyo, saying that he treats his fans wells and puts up postings often. So I blurted that they should join his fan club then, but I put up a posting right after that. And all the times I have been good to them! Is the public always like that? Moving on and liking someone else when a new actor appears?(laugh)

10: Kau pasti sangat sibuk dengan drama-mu tapi kau terus saja posting di halaman fans mu, bahkan cukup sering juga.

Kim : Ya, aku sebenarnya hanya membaca apa yang ditulis fansku tapi orang yang membuat website itu terus memintaku untuk menulis sesuatu. Dan sekali, fansku datang mengunjungiku di lokasi syuting tapi mereka membandingkanku dengan aktor Lee Seung Hyo, berkata ia memperlakukan fansnya dengan baik dan terus menulis. Jadi aku berkata tanpa berpikir mereka seharusnya join fans clubnya saja, tapi aku terus memposting setelah itu. Dan sepanjang waktu aku selalu baik pada mereka! Apakah publik akan selalu seperti itu? Berpindah dan menyukai orang lain saat aktor baru bermunculan ? (tertawa)

0 comments:

Post a Comment