Mae Ri memperkenalkan dirinya dan Jung In juga memperkenalkan dirinya. Saat Mae Ri menatap Jung In, dia kaget saat mengetahui bahwa Jung In adalah laki-laki di hotel yang pada saat itu mengatakan kata-kata yang sopan namun menyakitkan, "KAU!!! Pria brengsek sopan itu!" Mae Ri sadar kata-katanya itu tidak sopan sehingga dia langsung menutup mulutnya. Jung In juga baru sadar akan hal itu dan hanya tersenyum sekilas dan menanyakan keadaan Mae Ri pada saat itu, Mae Ri pun menjawab bahwa dia baik-baik saja.

Mae Ri lalu mengingat uang 2juta won yang di berikan Jung In dan bilang bahwa Mae Ri sama sekali tidak berniat mengambil uang itu apalagi jumlahnya terlalu besar sehingga Mae Ri akan mengembalikan uang itu pada Jung In. Jung In menolak dan bilang bahwa uang itu sebagai ganti rugi dalam kontrak yang sudah Mae Ri tanda tangani dan sekarang ini Mae Ri cukup lupakan kejadian saat itu.

Jung In berjalan pergi dan Mae Ri menghentikannya lalu bertanya, "Kenapa kau menerima tawaran pernikahan ini?" Jung In yang sedang berjalan pun langsung menghentikan langkahnya dan menjawab, "Jika aku perlu mengatakannya... Ini hanya sebuah bisnis menurutku." Mae Ri kaget mendengar jawaban itu dan langusng berkomentar bahwa Pernikahan itu bukanlah sebuah bisnis ataupun lelucon. Jung In meminta agar Mae Ri tidak terlalu memusingkan masalah itu. Mae Ri dengan cepat menjawab bahwa dia juga tidak ingin memikirkan lebih jauh masalah pernikahan ini karena dia akan menolak pernikahan ini setelah 100 hari perjanjian. Jung In setuju dan bilang bahwa mereka berdua memiliki kesamaan untuk menolak pernikahan ini.

Jung In lalu menawarkan sebuah pekerjaan pada Mae Ri untuk kesepakatan yang akan mereka buat. Mae Ri setuju dan bilang bahwa makan siang pun bahkan tidak gratis. Jung In berkomentar bahwa dia senang dengan kata-kata yang di katakan oleh Mae Ri. Mae Ri langsung sewot dan berkata, "Aku tidak mengatakan hal itu agar kau menyukaiku!" Jung In hanya tersenyum singkat lalu meminta Mae Ri untuk memulai bekerja mulai hari ini juga. Jung In lalu pergi untuk berganti baju dan nanti mereka akan langsung bertemu di kantor saja.



Jung In masuk keruangan dan melihat Mae Ri sudah ada. Mae Ri bertanya, "Apakah ini kantor produksi drama?" Jung In menjawabnya, "Ya. Dan mulai hari ini kau akan menjadi asisten pribadiku. Dan karena aku akan mengatur jadwalnya jadi kau tidak perlu khawatir." Mae Ri bertanya, "Lalu apa kewajiban yang harus kulakukan disini?" Jung In tidak sempat menjawab karena salah seorang karyawannya itu masuk kedalam ruangan dan bilang bahwa persiapan meeting sudah siap dan meeting akan segera dimulai. Jung In mengerti dan meminta karyawannya itu segera pergi.

Jung In berjalan menuju ruang meeting dan Mae Ri mengikutinya dari belakang hendak keluar dari ruangan itu namun tiba-tiba Jung In menutup pintu dan bilang bahwa dia lebih menghargai jika Mae Ri tetap diam di ruangannya saja dan lagi karyawan Jung In tidak akan ada yang berani masuk ruangannya jadi Mae Ri tidak usah khawatir bertemu dengan karyawan Jung In. Mae Ri mengerti dan bilang bahwa dia juga merasa tidak nyaman jika berada di sekitar Jung In. Jung In dan Mae Ri lalu berjabat tangan dan saling berjanji akan melakukan yang terbaik untuk 100 hari kedepan.



Mae Ri mengisi waktunya itu dengan mencari data mengenai Jung In di Internet. Dan dari Internet akhirnya Mae Ri tau bahwa Jung In ini seorang produser Drama dan juga seorang seorang sutradara terkenal di Jepang yang lulusan Amerika. Mae Ri melihat profile Jung In ini dan berkomentar, "Huh pantas saja dia menganggap pernikahan ini sebuah bisnis."

Mae Ri masuk ke ruangan Jung In dan melihat ada Artis Seo Joon yang sedang duduk menunggu. Mae Ri senang melihatnya dan bilang bahwa dia melihat beberapa artikel mengenai Seo Joon. Seo Joon bertanya, "Kemana Jung In?" Mae Ri menjawab bahwa Seo Joon saat ini sedang melakukan meeting. Lalu Mae Ri menawarkan minum pada Seo Joon dan Seo Joon meminta air mineral saja. Saat Mae Ri akan mengambilkan air mineral pada Seo Joon namun Seo Joon tiba-tiba bergumam pelan, "Aku hanya minum air mineral gunung saja." Mae Ri berbalik dan bertanya, "Hah?" Seo Joon hanya tersenyum pelan.

Mae Ri menatap Seo Joon yang sedang membaca lalu dia mendekat pada Seo Joon untuk meminta tanda tangan Seo Joon. Seo Joon pun memberikan tanda tangan untuk Mae Ri. Lee Ahn dan Managernya masuk keruangan Jung In juga dan bergabung bersama Seo Joon. Mae Ri sangat kaget melihat Lee Ahn dan Managernya itu mengingat kejadian yang terjadi di hotel itu saat dia di usir oleh bodyguard Lee Ahn. Manager Lee Ahn itu menyadari Mae Ri dan sama kagetnya. Mae Ri berusaha menghindar dan langsung pergi.

Manager Lee Ahn pun bertanya, "Hey bukankah gadis itu yang mengambil fotomu di hotel?" Jung In masuk kedalam ruangannya dan senang melihat para pemain dramanya sudah berkumpul. Manager Lee Ahn langsung berdiri dan bertanya, "Produser, bukankah gadis itu yang ada di hotel?" Jung In melihat Mae Ri di ruangan yang lainnya dan menjawab pertanyaan Manager, "Ada salah paham yang terjadi saat di hotel itu jadi jangan terlalu berprasangka buruk padanya."

Mae Ri diam di ruangan khusus dan dia dengan kesal berkata, "Huh untuk apa dia mempekerjakanku jika tidak ada yang bisa kulakukan? Ini sungguh membosankan!"

Jung In masuk ke ruangan Mae Ri dan bilang bahwa sekarang ini saatnya makan siang dan dia akan pergi untuk makan siang. Mae Ri menatap kepergian Jung In dan terdiam.

Mae Ri melihat naskah drama terbaru dan dia bergumam pelan, "Ah ternyata seperti ini naskah sebuah drama." Lalu Mae Ri juga melihat sebuah proposan drama dan lagi-lagi dia berkata, "Dan seperti ini ternyata proposal drama. Menarik." Jung In masuk ke ruangan dan bilang bahwa Mae Ri bisa pulang sekarang. Mae Ri melihat jamnya dan bilang bahwa saat ini baru jam 1.30 dan seharusnya pertemuan dengan Jung In itu sampai jam 5, Jung In bilang bahwa dia akan segera pergi meeting jadi sebaiknya Mae Ri pulang saja.

Mae Ri pulang ke rumah dan langsung mengomel, "Huh kenapa aku merasa lelah padahal aku tidak melakukan apapun." Ayah Mae Ri baru keluar dari kamarnya dan langsung bertanya, Mengapa Mae Ri sudah ada di rumah? Mae Ri bilang bahwa Jung In tidak meminta dia mengerjakan apapun dan meminta dia agar segera pulang saja. Ayah Mae Ri mencoba berfikiran positif dan berkata, "Ah dia pasti berfikir bahwa kau akan lelah karena ini hari pertamamu."

Mae Ri tiduran di sofa dan Ayahnya bertanya, "Jadi Mae Ri, Bagaimana pertemuan pertamamu dengan Jung In? Bukankah dia terlihat seperti seorang pangeran?" Mae Ri menjawab, "Pengeran? Dia lebih terlihat seperti orang brengsek." Ayah Mae Ri jelas kaget mendengar komentar dari putrinya itu dan bertanya apa maksud ucapan Mae Ri. Mae Ri pun bilang bahwa ada sesuatu yang aneh dalam diri Jung In apalagi mengingat orang sekaya Jung In tiba-tiba menyetujui perjodohan seperti ini. Ayah Mae Ri ikut berfikir sesaat dan berkata pada Mae Ri agar tidak memikirkan hal itu lagi.

Mae Ri lalu bilang bahwa Jung In ini tidak terlihat seperti ingin menikahinya. Ayah Mae Ri kaget dan bertanya alasan mengapa Mae Ri berfikiran seperti itu. Mae Ri bilang bahwa di diri Jung In itu ada sesuatu yang disembunyikan dan itu pasti karena Jung In adalah seorang Gay! Ayah Mae Ri jelas kaget mendengar komentar anaknya itu. Mae Ri berkata, "Kau dapat melihat dari gaya rambutnya, dan bisnisnya seperti menerima pernikahan ini. Ah benar, dia pasti takut mengatakan hal yang sesungguhnya pada Ayahnya." Ayah Mae Ri memarahi Mae Ri dan bertanya, "Hey Mae Ri apakah kau sedang menulis sebuah novel?" Mae Ri menunduk kesal dan berkata, "Baiklah, tapi laki-laki itu cukup aneh."

Mae Ri mengambil remote TV lalu menyalakan TV. Ayah Mae Ri melihat jam dan berkata, "Ini sudah hampir jam 5, apakah kau tidak akan bertemu dengan laki-laki itu(Moo Kyul)?" Mae Ri masih terus menatap layar TV dan menjawab bahwa dia akan menonton drama saja. Ayah Mae Ri terlihat senang dan berkata, "Benarkah? Ini adalah hari pertama dari 100 hari. Apa kau melupakan mengenai jam 9 sampai 5 sore bersama Jung In dan jam 5 sore hingga 10 malam bersama laki-laki itu? Apa kau tidak akan pergi?" Mae Ri baru ingat hal itu dan langsung berkata, "Tentu saja aku ingat. Aku akan bertemu dengan orang yang aku cintai. Tunggu aku akan menelfon cintaku."



Mae Ri pergi ke kamar dan berusaha menelfon Moo Kyul namun Moo Kyul tidak juga mengangkatnya. Ayah Mae Ri menghampiri Mae Ri ke kamar dan menatap curiga ke arah Mae Ri. Mae Ri memberikan alasan bahwa Moo Kyul pasti masih tidur karena Moo Kyul adalah seorang musisi. Ayah Mae Ri mulai curiga dan berkata, "Ini mencurigakan. Bukankah saat dia datang kemari kau bilang bahwa dia bukan pacarmu?" Mae Ri menjawab, "Aku berkata seperti itu karena takut aku akan mendapatkan masalah denganmu." Ayah Mae Ri meminta Mae Ri menghentikan cerita pura-pura ini dan menjelaskan semuanya dari awal. Mae Ri gugup dan bertanya, "Apa maksudmu?"

Ayah Mae Ri meminta Mae Ri menceritakan awal mula berkenalan dengan Moo Kyul dan bagaimana bisa Mae Ri dan Moo Kyul saling jatuh cinta? Mae Ri pun menjawabnya, "Ayah, Apa kau tau di dalam drama mereka selalu bilang bahwa cinta itu seperti kecelakaan mobil? Itulah yang terjadi pada kami. Dia datang dalam hidupku begitu saja tanpa peringatan, seperti sebuah kecelakaan mobil."

Mae Ri mengingat kejadian saat dia menabrak Moo Kyul dan terus bercerita, "Dia adalah lelaki yang terlihat keren. Kapanpun dia bernyanyi di atas panggung, dia tidak terlihat keren tapi dia terlihat seperti seseorang yang sedang pemotretan. Aaah bagaimana mungkin aku tidak mencintai seseorang seperti dia itu?" Ayah Mae Ri ikut menghayalkan hal itu lalu bertanya, "Apakah dia mencintaimu juga?" Mae Ri menjawab, "Huh? Oh tentu saja. Dia bahkan menyukai lukaku ini dan bilang ini seperti Harry Potter."

Ayah Mae Ri kembali bertanya, "Hey jika dia orang yang kau cintai, lalu mengapa tidak ada fotonya sama sekali di HPmu?" Mae Ri kaget dan langung mencari foto Moo Kyul saat bernyanyi di konser dan memperlihatkannya pada Ayahnya, "Lihat ini. Disini ada fotonya, apa kau tidak melihatnya? Ini Moo Kyul." Ayah Mae Ri berkomentar, "Jika itu dia maka seharusnya dia memperlihatkan wajahnya disini. Jika dia mencintaimu maka seharusnya dia datang padaku dan berkata 'Aku mencintai putrimu'". Mae Ri berbohong dan bilang bahwa dialah yang melarang Moo Kyul datang untuk bertemu Ayahnya.

Ayah Mae Ri bertanya kenapa bisa Moo Kyul tetap tenang mendengar situasi Mae Ri di jodohkan. Mae Ri gelagapan mendengar pertanyaan itu dan menjawab dengan bilang bahwa Moo Kyul sangat sedih sehingga sering mabuk setiap hari dan Moo Kyul merasa sangat menderita namun Mae Ri berhasil membujuk Moo Kyul agar mengerti Ayah Mae Ri. Ayah Mae Ri terdiam sesaat lalu bilang bahwa dia akan segera pergi menemui Moo Kyul. Mae Ri panik dan menghentikan Ayahnya itu dengan mengancam, "Ayah, Jika kau membuatnya sedih dan menderita maka aku akan membatalkan perjanjian 100 hari ini!" Ayah Mae Ri kaget mendengarnya dan berkomentar, "Baiklah... Baiklah... Aku tidak tau apa alasanmu menyukai laki-laki itu namun dalam 100 hari aku yakin kau akan menyukai Jung In."

Mae Ri kesal dan meminta agar Ayahnya itu tidak mengganggu dirinya. Ayah Mae Ri tidak mempedulikan itu dan bilang bahwa dia perlu tau tipe seperti apa Moo Kyul itu dan dimana Moo Kyul tinggal. Mae Ri mengancam akan membatalkan perjanjian 100 hari itu dan akhirnya Ayah Mae Ri tidak membahas masalah Moo Kyul kembali. Mae Ri lau bilang akan pergi untuk menemui Moo Kyul sekarang. Ayah Mae Ri berusaha menghentikannya namun Mae Ri tidak mendengarkannya dan terus pergi.



Mae Ri datang ke rumah sewanya Moo Kyul dan menceritakan mengenai 'Kejadian Mobil Cinta' dan tentu saja Moo Kyul langsung menolak hal itu. Mae Ri meyakinkan Moo Kyul bahwa hal ini akan berjalan lancar. Moo Kyul tetap menolak dan bilang bahwa Mae Ri pernah mengatakan kalau mereka tidak ada hubungan untuk bersama kembali. Mae Ri kebingungan dan bilang bahwa dia mengatakan seperti itu saat tidak tau kalau kejadiannya seperti ini, lalu Mae Ri bilang bahwa dia mulai hari ini akan datang ke rumah Moo Kyul untuk diam sepanjang malam. Tentu saja Moo Kyul kembali menolak hal itu. Mae Ri tidak begitu saja menyerah dan mengatakan pada Moo Kyul bahwa dia akan membantu Moo Kyul membayar uang sewa rumah untuk 3 bulan tapi Moo Kyul tidak terpengaruh akan hal itu dan tetap menolak.

Mae Ri membujuk Moo Kyul untuk melakukan hal yang saling menguntungkan ini. Moo Kyul berkomentar, "Pertama kau memintaku untuk foto bersama, selanjutnya meminjam namaku untuk ratusan hari, dan sekarang kau ingin pindah ke rumahku?" Mae Ri kecewa dan bilang bahwa dia tidak ada pilihan lain. Moo Kyul tidak mempedulikan Mae Ri dan terus menggambar di dinding. Mae Ri memohon pada Moo Kyul dan memasang wajah sedih, Moo Kyul melihat wajah Mae Ri itu dan tertawa, "Wajahmu seperti kucing di Shrek tapi tetap tidak!" Mae Ri meminta bantuan Moo Kyul untuk sekali lagi namun lagi-lagi Moo Kyul menjawab, "TIDAK!"

Bibi pemilik rumah sewa datang dan bertanya, "Apa itu pacarmu?" Moo Kyul dan Mae Ri langsung menjawab dengan kompak, "BUKAN!" Bibi itu tertawa dan bilang bahwa semua orang pasti akan menjawab seperti itu dan Moo Kyul sebaiknya tinggal bersama pacarnya itu saja dari pada tinggal sendiri. Moo Kyul melihat Mae Ri dan bilang pada Bibi itu bahwa Moo Kyul hanya akan tinggal sendirian. Bibi itu lalu mengingatkan Moo Kyul untuk membayar setoran uang sewa rumah minggu ini, jika Moo Kyul tidak membayarnya maka Bibi itu tidak segan-segan akan melemparkan seluruh barang-barang Moo Kyul keluar dari rumah sewa itu. Bibi itu pergi dan Moo Kyul terlihat kebingungan.

Mae Ri melihat Moo Kyul yang kebingungan dan menyarankan Moo Kyul agar mengambil uang yang di tawarkan oleh Mae Ri saja namun tentu Moo Kyul menolak hal itu. Mae Ri terus membujuk Moo Kyul namun Moo Kyul juga terus menolak hal itu. Mae Ri kehilangan ide dan tiba-tiba dia mengambil beberapa botol piloks dan berdiri di samping Moo Kyul yang sedang menggambar di dinding. Moo Kyul kebingungan dan bertanya, "Apa yang ingin kau lakukan?" Mae Ri menjawab, "Itu melelahkan jika kau mengerjakannya sendiri. Aku akan membantumu." Moo Kyul tidak berkomentar apapun dan melanjutkan menggambar dinding.



Moo Kyul keluar dari rumah dan berjalan-jalan di sekitar rumah untuk mencari beberapa barang bekas dan Mae Ri terus mengikuti Moo Kyul untuk membantunya. Moo Kyul kesal di ikuti terus dan bertanya, "Sampai kapan kau akan mengikutiku?" Mae Ri menjawab, "Aku kan sudah bilang akan membantumu." Moo Kyul tidak mempedulikan hal itu lagi lalu meminta Mae Ri membantunya mencari beberapa barang bekas yang dapat dimanfaatkan untuk di rumah sewanya itu. Mae Ri bertanya, "Apa kau ini benar-benar pengemis tampan di Hongdae?" Moo Kyul tidak menjawabnya dan terus mencari barang-barang bekas.

Moo Kyul dan Mae Ri mengumpulkan beberapa barang bekas dan barang bekas itu dapat di sulap menjadi barang-barang yang berguna di rumah sewa Moo Kyul itu. Moo Kyul melanjutkan menggambar di dinding dan Mae Ri terus memperhatikannya dari belakang. Mae Ri bertanya, "Apa kau kuliah jurusan seni?" Moo Kyul menjawab. "Bukan. Teknik."

Mae Ri merasa bosan dan melihat-lihat perlengkapan music milik Moo Kyul. Saat Mae Ri akan menyentuh gitar milik Moo Kyul, Moo Kyul cepat-cepat menarin Mae Ri menjauh dan bilang bahwa gitar-gitar itu adalah cintanya. Mae Ri melihat-lihat rumah sewa itu lalu bertanya, "Hmm apa tidak ada TV?" Moo Kyul menjawab bahwa dia tidak suka menonton. Mae Ri kelihatan kecewa dan bilang bahwa dia ingin menonton drama yang tayang pada malam hari ini. Moo Kyul bertanya, "Apa kau tidak akan pulang ke rumah?" Mae Ri kesal dan berkata, "Aku sudah membantumu. Jahat sekali kau."

Mae Ri bilang bahwa dia akan duduk membaca lalu pergi. Moo Kyul mengingatkan Mae Ri bahwa Mae Ri boleh menumpang di rumahnya ini hanya untuk hari ini saja. Mae Ri mengerti dan pergi ke sofa untuk membaca beberapa buku.

Tuan Jung memanggil Jung In untuk makan bersama dan dia bilang bahwa dia penasaran dengan pertemuan Jung In dengan Mae Ri. Jung In pun berkomentar, "Dia berbeda dari perempuan-perempuan yang aku temui sebelumnya. Dan dia juga sepertinya bukan tipe menantu yang kau inginkan." Tuan Jung hanya berkata, "Untuk masalah itu kita akan melihatnya. Karena dia akan menjadi bagian dari keluarga ini maka hargai dia dan berikan perhatian yang lebih padanya."

Ayah Mae Ri mendatangi penagih hutang yang selama ini terus mengejarnya dan dia pun membayarkan hutangnya. Tentu saja para penagih hutang itu senang dan menerima uang itu.

Moo Kyul mendapatkan telfon dari teman bandnya yang bilang bahwa dia sudah ada di dekat rumah Moo Kyul. Moo Kyul melihat Mae Ri yang masih membaca buku dan dia bertanya, "Apa kau tidak akan pulang ke rumahmu?" Mae Ri menjawab, "Aku baru boleh pulang jam sepuluh malam. " Moo Kyul bilang bahwa teman-temannya itu akan datang ke rumah. Mae Ri pun membereskan barang dan akan pulang namun dia bingung harus pulang kemana.

Teman-teman Moo Kyul masuk kedalam rumah dan melihat Mae Ri, "Wow kakak ipar ternyata kau ada disini. Jadi kau yang membantu Moo Kyul membereskan rumah ini? Seperti mempersiapkan rumah pengantin saja." Mae Ri tentu langsung bilang bahwa dia tidak mempersiapkan rumah pengantin. Teman-teman Moo Kyul langsung menggodanya dan Mae Ri bilang akan pulang. Moo Kyul meminta Mae Ri agar tidak datang lagi besok hari. Teman-teman Moo Kyul melihat sikap Moo Kyul yang seperti itu dan mereka berkomentar, "Hey kenapa kau begitu dingin sekali padanya? Kakak Ipar kau telah bekerja keras ayo ikut makan bersama kami. Moo Kyul apa kau tidak akan mengadakan pesta rumah baru? Cepatlah telfon Ji Hye dan So Ra."

Ji Hye dan So Ra datang ke rumah Moo Kyul dan ikut minum-minum bersama. Mae Ri menceritakan mengenai perjodohannya itu dan So Ra kaget mendengarnya, "APA? lelaki yang akan kau nikahi dan laki-laki dengan surat pernikahan itu sama-sama 100 hari?" Ji Hye lalu bertanya,"Jadi kau harus berakting dengan Moo Kyul seperti sudah menikah? Ah maksudku seperti sedang berpacaran?" So Ra berkomentar bahwa kondisi ini sungguh rumit seperti sebuah drama dalam TV. Mae Ri hanay tersenyum dan bilang bahwa dia tidak menyangka hal ini akan terjadi karena awalnya dia hanya berniat mengambil foto bersama Moo Kyul dan semuanya berakhir tapi ternyata masalah semakin rumit.



Teman-teman Moo Kyul merasa kasihan juga pada Mae Ri karena mereka lah yang menyarankan agar Mae Ri foto seperti sudah menikah dengan Moo Kyul. Ji Hye bertanya kembali, "Jadi kau harus menghabiskan wkatu soremu di tempat Moo Kyul agar ayahmu tidak penasaran?" Mae Ri menjawab pelan, "Ya." Moo Kyul yang terlihat tidak senang dengan pembicaraan ini berkomentar bahwa hal ini benar-benar tidak mungkin terjadi. So Ra meminta maaf pada Moo Kyul dan meminta Moo Kyul agar mengerti situasi ini dan membantu Mae Ri. Semua teman-teman Moo Kyul setuju dan meminta Moo Kyul agar membantu Mae Ri. Moo Kyul kesal dan bilang bahwa dia merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Mae Ri mengerti jika Moo Kyul tidak nyaman.

Teman Moo Kyul bertanya, "Jadi kau membiarkan dia meminjam namamu untuk 100 hari? Karena kejadiannya sudah seperti ini sebaiknya kalian menikah saja." Ji Hye setuju dan bilang bahwa Moo Kyul dan Mae Ri ini sangat serasi dan tentu saja semuanya pun ikut setuju. Moo Kyul berusaha mengalihkan pembicaraan dengan menawarkan diri untuk membeli bir yang sudah habis, Ji Hye dan So Ra pun langsung berebut untuk ikut pergi membeli bir bersama Moo Kyul.

Di rumah Moo Kyul itu tinggalah Mae Ri dan teman-teman bandnya Moo Kyul. Salah seorang teman band Moo Kyul mendengar lagu baru buatan Moo Kyul dan memuji Moo Kyul yang sangat jenius dalam menciptakan sebuah lagu. Keadaan rumah berantakan sehingga Mae Ri pun membersihkannya dan teman-teman Moo Kyul berkomentar bahwa Mae Ri seperti Istri Moo Kyul saja. Mae Ri kesal dan meminta agar teman-temannya Moo Kyul tidak membahas masalah itu.

Mae Ri pergi keluar rumah untuk membuang sampah dan dia bertemu dengan seorang perempuan yang gayanya mirip dengan gaya Mae Ri. Mae Ri melihat perempuan itu dan berkata pada dirinya sendiri, "Hmm sepertinya aku pernah melihat dia. Ah dia wanita yang fotonya ada di sarung gitar Moo Kyul." Perempuan itu menghampiri Mae Ri dan bertanya, "Ah apakah ada Moo Kyul?" Mae Ri kebingungan dan menjawab, "Tidak. Dia sedang pergi keluar sebentar." Perempuan itu melihat-lihat sekeliling daerah rumah Moo Kyul itu lalu kembali menatap Mae Ri.

Mae Ri kebingungan dan mengucapkan salam pada perempuan itu. Perempuan itu menatap penampilan Mae Ri dari atas hingga bawah lalu bertanya, "Apa kau pacar baru Moo Kyul?" Mae Ri kaget di tanya seperti itu dan langusng menjawab, "Bukan." Perempuan itu tersenyum lalu bilang bahwa Mae Ri memang bukan tipe perempuan yang di sukai Moo Kyul. Mae Ri lalu meminta agar Perempuan itu tidak salah paham mengenai dirinya, Perempuan itu kebingungan dan bertanya Apa yang di maksudkan oleh Mae Ri. Mae Ri pun menjelaskan bahwa dia tidak ingin Perempuan itu salah paham dan bertengkar dengan Moo Kyul hanya karena dirinya, Mae Ri juga menjelaskan bahwa dia datang ke rumah Moo Kyul karena ada sebuah situasi sulit dan dia akan segera pergi.



Moo Kyul, Ji Hye, dan So Ra sudah selesai membeli bir dan pulang kembali ke rumah. Moo Kyul melihat perempuan itu dan berkata, "Kang So Young?" Perempuan yang di panggil So Young itu langsung senang melihat Moo Kyul dan memeluknya sambil mencium pipi Moo Kyul. Ji Hye dan So Ra berjalan ke sisi Mae Ri dan sama-sama menatap Moo Kyul dan So Young dengan tatapan bingung.

Moo Kyul dan So Young berbicara akrab dan itu membuat Mae Ri, Ji Hye, So Ra sangat kebingungan. Moo Kyul bertanya, "Hey apakah kau mabuk lagi?" So Young memegang pipi Moo Kyul dan menjawab, "Tenang aku hanya minum sedikit saja." So Young tiba-tiba mencium bibir Moo Kyul dan lagi-lagi Mae Ri, Ji Hye dan So Ra menatapnya kaget. Moo Kyul bilang bahwa di rumah Moo Kyul sedang ada teman-temannya jadi sebaiknya dia dan So Young berbicara di tempat lain saja. So Young melihat Mae Ri, So Ra dan Ji Hye lalu bertanya, "Apakah mereka teman bandmu? Ayo minum bersama." Moo Kyul mencegah So Young dan membawa So Young pergi. So Young sangat senang dan memeluk Moo Kyul sepanjang perjalanan pergi.

Mae Ri, Ji Hye dan So Ra masih berdiri kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ji Hye bertanya pada Mae Ri, "Apa ini? Moo Kyul memiliki pacar?" Mae Ri menjawab, "Ya. Dia memiliki banyak pacar."



Mae Ri, Ji Hye dan So Ra menceritakan mengenai So Young pada teman-teman Moo Kyul dan teman-teman Band Moo Kyul tertawa karena So Young ini adalah Ibunya Moo Kyul. So Ra kaget dan bertanya, "Ibunya? Berapa umurnya?" Teman Moo Kyul menjawab bahwa Ibunya Moo Kyul itu melahirkan Moo Kyul pada saat berusia 17 tahun dan ini adalah rahasia pribadi. Teman Moo Kyul juga bercerita bahwa Ibunya Moo Kyul ini sering terkena masalah dan Moo Kyul lah yang selalu membereskan semua masalah yang terjadi. So Ra tertawa dan bilang bahwa Ibu Moo Kyul ini benar-benar mirip dengan Ayah Mae Ri yang sering mencari masalah dan Mae Ri lah yang terpaksa menyelesaikan semua masalah itu.

Moo Kyul pulang ke rumah dan temannya menawarkan bir pada Moo Kyul namun Moo Kyul menolaknya dan memilih meminum Coke. Temannya Moo Kyul lalu menawarkan bir pada Mae Ri namun Mae Ri menolaknya juga karena dia selalu mendapatkan masalah jika dalam keadaan mabuk. Teman Moo Kyul pun bertanya, "Ada apa ini? Kenapa kalian berdua tidak minum? Moo Kyul apa kau baik-baik saja? Jangan terlalu merasa terbebani." Moo Kyul bilang bahwa dia baik-baik saja dan tidak merasa terbebani atau pun terganggu sama sekali.

Keadaan tiba-tiba jadi sunyi dan Moo Kyul berkata, "Hey ada apa? Mengapa atmosfirnya jadi seperti ini hah?" Teman-teman Moo Kyul yang terdiam pun lalu mengajak agar mereka semua bermain game saja. Game pertama dimulai dan Mae Ri kalah, yang kalah mendapatkan hukuman untuk minum dan akhirnya Mae Ri meminum satu gelas bir.

Permainan yang kedua adalah melipat jari. Peraturannya adalah setiap pemain yang merasa pernah mealkukan atau belum pernah melakukan hal yang di sebutkan maka harus melipat jarinya dan jika 5 jari sudah terlipat maka pemain itulah yang kalah. Mae Ri dan Moo Kyul sama-sama tersisa 3 jari lagi. Ji Hye berkata, "Lipat jari bagi yang belum pernah berkencan sama sekali!" Teman Moo Kyul bertanya, "Hah? Apakah ada yang belum pernah berkencan?" Diam-diam Mae Ri mulai melipatkan jarinya dan semuanya tertawa. Teman Moo Kyul lalu berkata, "Lipat jari bagi yang belum pernah berciuman!" So Ra tertawa dan menunjuk Mae Ri yang mulai melipat jarinya kembali.

Jari Mae Ri tersisa satu dan dia benar-benar kesal apalagi Moo Kyul terus menertawakannya. Mae Ri balas dendam dan berkata, "Lipat jari bagi yang paling sering berciuman di sini!" Moo Kyul menatap kesal pada Mae Ri dan mulai melipat jarinya sehingga jari Moo Kyul yang tersisa adalah 2. Teman Moo Kyul lalu berkata, "Lipat jari bagi yang tidak memiliki hubungan apapun dalam sebulan terakhir ini." Moo Kyul pun langsung melipat jarinya dan dia mulai bertanya, "Lipat jari bagi yang sudah menikah!" Mae Ri kesal dan melipat jarinya sehingga dia lah yang kalah.

Mae Ri kesal dan bertanya, "Kenapa kalian selalu menggodaku?" Semuanya menjawab, "Karena ini menyenangkan." Mae Ri benar-benar kesal namun dia tidak bisa menolak saat di hukum minum kembali. Mae Ri sempat meminta bantuan Moo Kyul untuk membantunya menghabiskan minuman namun Moo Kyul langsung menolaknya, "Tidak!"

Teman-teman Moo Kyul dan teman-teman mae Ri memutuskan untuk pergi karaoke dan bersenang-senang. So Ra pun meminta tolong pada Moo Kyul agar mengantarkan Mae Ri pulang karena Moo Kyul satu-satunya yang tidak mabuk. Moo Kyul pun membawa Mae Ri ke mobilnya.

HP Mae Ri berbunyi dan itu merupakan telfon dari Ayah Mae Ri yang marah karena Mae Ri lebih lama menghabiskan waktu bersama Moo Kyul dari pada bersama Jung In. Mae Ri benar-benar mengantuk sehingga dia tidak membalas ucapan Ayahnya itu dan tertidur. Saat di jalan, Moo Kyul mengendarai mobilnya dan dia kasihan melihat kepala Mae Ri menunduk mengantuk dan akhirnya Moo Kyul pun memegangi kepala Mae Ri agar kepalanya tidak tertunduk terus. Moo Kyul terus mengendarai mobilnya dan tiba-tiba saja Mobilnya itu tidak dapat jalan.



Akhirnya dengan terpaksa Moo Kyul mengantar Mae Ri dengan menggendongnya. Mae Ri yang dalam keadaan mabuk pun mulai mengoceh mengenai Jung In yang bersikap seolah-olah mengetahui segalanya dan itu adalah hal yang menyebalkan. Mae Ri terus memukuli punggung Moo Kyul dan bilang bahwa dia tidak akan pernah mau menikah dengan Jung In, Moo Kyul hanya berkomentar, "Kalau begitu jangan." Mae Ri terus memukuli punggung Moo Kyul dan Moo Kyul pun mengerang kesakitan.

Moo Kyul berkomentar, "Bagaimana mungkin tubuh yang kecil ini bisa seberat ini? Ingat ini terakhir kalinya aku menggendongmu. Jika kau seperti ini lagi maka aku tidak akan membantumu." Mae Ri mendengar hal itu dan berkata, "Ya aku mengerti... mengerti..." HP Moo Kyul berbunyi dan itu merupakan telfon dari So Young(Ibunya), "Hallo So Young, Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah. Ya aku makan dengan baik. Kau tidak mabuk lagi, bukan? Iya. Jangan mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja. Tidurlah dengan nyenyak dan mimpi indah. Sampai jumpa Ibu."

Mae Ri mendengar kata 'Ibu' dan langsung berkata, "Hah Ibu? Maafkan aku Ayah." Moo Kyul langsung berkomentar bahwa dia bukan Ayah Mae Ri. Mae Ri berkata, "Aku tahu... Tapi apa kau tahu Ayah bahwa aku sungguh ingin kabur. Tapi karena kita sudah membayar hutang kita, jadi mari hidup dengan bahagis 100 hari kedepan. Aku akan kembali ke kampus, sarjana, menemukan pekerjaan yang bagus. Aku akan membahagiakanmu Ayah. Ayahku yang malang, kau pasti banyak menderita membesarkan aku tanpa Ibu. Maafkan aku." Mae Ri memeluk Moo Kyul karena menyangka bahwa itu Ayahnya. Moo Kyul diam saja mendengarkan celotehan Mae Ri dan kembali berjalan untuk mengantar Mae Ri pulang.

Ayah Mae Ri sangat khawatir pada Mae Ri dan terus menunggu di luar rumah karena sudah larut malam namun Mae Ri belum juga pulang ke rumah. Dari arah ujung jalan terlihat Moo Kyul yang datang sambil menggendong Mae Ri dan Ayah Mae Ri pun langsung bertanya, "Apa yang terjadi? Kenapa kau membiarkan Mae Ri ku ini mabuk?" Moo Kyul meminta maaf dan menurunkan Mae Ri dari punggungnya. Ayah Mae Ri langsung menggendong Mae Ri di punggungnya.

Moo Kyul pamit untuk pergi namun Ayah Mae Ri menghentikannya, "Hey katakan apa rencanamu pada Anakku? Kau korupsi anakku disini! Kau membawa kabur dia bahkan menikahinya tanpa persetujuan. Kau ini benar-benar jahat melakukan putriku seperti itu." Ayah Mae Ri merasa berat menggendong Mae Ri dan hampir terjatuh, Moo Kyul ingin membantunya namun Ayah Mae Ri langsung menolak dan melarang Moo Kyul untuk menyentuh Mae Ri.

Ayah Mae Ri lalu bertanya, "Sudah sejauh mana kau dengan Mae Ri? Kau harus memiliki keberanian untuk mengatakannya padaku." Moo Kyul terlihat kesal dan menjawab, "Kau tidak perlu khawatir karena tidak terjadi apa-apa." Ayah Mae Ri masih tidak percaya dan meminta Moo Kyul untuk menatap matanya serius. Moo Kyul kesal dan menatap mata Ayah Mae Ri dengan tajam, yang ketakutan justru Ayah Mae Ri dan dia menyerah duluan untuk menatap mata Moo Kyu, "Baiklah aku percaya. Sekarang cepat berikan nomor telfonmu." Moo Kyul bilang bahwa Nomor Telfon itu adalah hal yang pribadi dan rahasia. Moo Kyul langsung memberikan salam dan pergi.

Ayah Mae Ri mencegah Moo Kyul pergi namun Moo Kyul tidak mempedulikannya dan pergi. Ayah Mae Ri langung bergumam bahwa Moo Kyul ini benar-benar laki-laki tidak sopan dan tentu saja Ayah Mae Ri tidak akan membiarkan Mae Ri bersama Moo Kyul.

Moo Kyul pulang ke rumah dan langsung menuju kasurnya namun dia bangkit kembali dan memilih untuk melakukan rekaman di studio khusus miliknya yang ada dirumah. Sesaat Moo Kyul mengingat pertanyaan Mae Ri, "Jenis musik seperti apa yang akan kau mainkan?" Moo Kyul menjawab, "Sesuatu yang bukan kebohongan." Mae Ri langsung berkata, "Lalu apakah sesuatu yang jujur? Seperti musik pendek yang memberikan emosi jujur?" Moo Kyul tertawa mengingat kejadian itu lalu melanjutkan kembali merekam music baru.

Mae Ri bangun tidur dan Ayahnya merobek kalender sehingga sisa hari perjanjian adalah 99 hari. Ayah Mae Ri bertanya, "Wi Mae Ri, sampai kapan kau akan terus dalam masalah?" Mae Ri langsung berjanji tidak akan minum-minum lagi. Ayah Mae Ri marah dan bilang bahwa dia akan mendatangi Moo Kyul. Mae Ri langsung mencegahnya dan bilang bahwa ini semua bukan salah Moo Kyul. Ayah Mae Ri benar-benar tidak menyangka Mae Ri akan seperti ini.

Mae Ri merasa mual karena mabuk dan Ayah Mae Ri langsung panik dan memberikan Mae Ri sup. Ayah Mae Ri bergumam bahwa dia ini Orang Tua tunggal dan masih sempat membuatkan sup untuk anaknya yang mabuk. Mae Ri meminta maaf pada Ayahnya ini. Ayah Mae Ri lalu melarang Mae Ri untuk bertemu dengan Moo Kyul lagi, Mae Ri balas mengancam dengan bilang bahwa dia tidak akan mematuhi perjanjian 100 hari itu. Tentu saja Ayahnya Mae Ri tidak ingin itu terjadi sehingga dia mengalah dan meminta Mae Ri untuk segera bangun dan pergi ke tempat Jung In.

Manager Lee Ahn mendatangi Jung In dan menyerahkan beberapa dokumen yang bersangkutan mengenai drama yang akan mengangkat tema indie band. Jung In melihat dokumen itu dan bilang bahwa dia tertarik untuk menjadikan salah satu band indie sebagai pengisi OST untuk drama mereka dan dia akan langsung mendatangi band itu. Manager Lee Ahn terlihat senang dan bilang bahwa dia akan membantu Jung In.

Jung In lalu bertanya mengenai jadwal shooting drama untuk Seo Joon. Manager itu bilang bahwa dia sudah mengaturnya dengan Seo Joon karena Seo Joon tidak memiliki Manager dan hari ini adalah hari dimana akan diadakan photo shoot dan teaser poster. Jung In bilang bahwa nanti mereka akan mengeluarkan teaser poster dan konfirmasi pada publik secara bersama-sama. Manager itu mengerti lalu pamit untuk pergi ke studio mempersiapkan semuanya.



Mae Ri datang ke ruangan Jung In dan meminta maaf karena terlambat. Manager dan Mae Ri bertemu di depan pintu dan Manager langsung menatap kesal pada Mae Ri. Jung In bertanya, "Apa kau sakit?" Mae Ri menjawab, "Ah hanya terjadi sesuatu kemarin. Maaf aku telat, aku tidak akan mengulanginya lagi." Jung In mengambil beberapa barangnya lalu meminta Mae Ri pulang saja jika memang sakit. Jung In akan segera keluar dan Mae Ri langsung menghentikannya, "Produser... Aku tidak pernah memintamu mempekerjakan aku seperti ini." Jung In terdiam sesaat lalu bilang bahwa dia tidak tau pekerjaan apa yang harus di berikan pada Mae Ri.

Mae Ri berkata, "Kita tidak akan menikah jadi jangan ada yang di sembunyikan. Aku dapat melakukan apapun yang kau minta. Ini bukan pertama kalinya aku bekerja dalam hidupku. Asisten toko buku, memberikan brosur, keamanan, sekertaris, aku dapat melakukan apapun. Aku merasa membuang-buang waktu dengan hanya duduk di dalam ruang yang kosong. Jadi kumohon berikan aku suatu pekerjaan."

Akhirnya Jung In pun memberikan pekerjaan pada Mae Ri untuk membantu di lokasi photo shoot poster untuk drama terbaru. Lee Ahn dan Seo Joon yang akan membintangi drama dengan tema indie band ini sudah melakukan beberapa photo dan mereka terlihat berdebat mengenai foto yang akan di pakaiuntuk poster. Jung In melihat itu dan berkomentar bahwa mereka masih memiliki banyak waktu untuk memutuskan photo itu.

Moo Kyul dan bandnya akan perform namun salah satu anggota bandnya itu belum datang juga. Mereka sudah mencoba menghubungi namun tetap tidak berhasil. Moo Kyul bilang bahwa teman band mereka yang bermain drum itu pasti akan segera datang.



Di lokasi photo shoot, Lee Ahn terlihat akrab dengan para crew dan bercanda bersama. Sementara itu Seo Joon sedang di rias sambil mendengarkan lagu Moo Kyul dan melihat foto-foto dia bersama Moo Kyul. Seo Joon menelfon Moo Kyul dan dia tidak menyangka saat Moo Kyul mengangkat telfonnya. Seo Joon bilang bahwa dia sedang bermain drama mengenai kehidupan indie band dan itu membuat dia ingat pada Moo Kyul. Moo Kyul bilang bahwa dia harap Seo Joon akan menjaga stamina sehingga tidak pingsan di lokasi shooting. Seo Joon berusaha seceria mungkin dan mengatakan bahwa dia tidak akan pingsan di lokasi shooting.

Keduanya kehilangan topik pembicaraan dan sama-sama terdiam. Seo Joon berkata, "Hallo." Dan Moo Kyul merespon, "Aku mendengarnya." Seo Joon kebingungan dan biilang bahwa suasana diantara mereka jadi canggung dan aneh karena sudah lama tidak saling berkomunikasi. Moo Kyul bilang bahwa dia akan segera perform jadi telfon harus di tutup. Seo Joon mengerti dan bilang bahwa dia juga akan segera memulai sesi photo lagi. Seo Joon menutup telfon dan terlihat jelas dia sedh dan kecewa.

Jung In ada di lokasi pemotretan untuk melihat hasilnya, Lalu Jung In menatap Mae Ri yang sedang membagi-bagikan minuman pada para crew dan Jung In hanya diam saja. HP Jung In berbunyi dan Jung In pun mengangkat telfonnya dan berlalu pergi keluar.

Mae Ri menghampiri Seo Joon dan memberikan minuman mineral dari gunung. Seo Joon menerimanya dengan tersenyum dan memuji Mae Ri yang bisa tau minuman kesukaannya. Mae Ri bilang bahwa dia itu fansnya Seo Joon makanya tau hal itu. Seo Joon lalu bertanya, Film apa yang paling disukai Mae Ri dari film yang dia mainkan? Mae Ri bilang bahwa dia suka dengan Film 2 tahun lalu yang di putar di Jepang. Seo Joon sedikit kaget mendengarnya karena film itu tidak begitu banyak di kenal di Korea. Mae Ri mengetahui film itu karena di film itu Seo Joon menyanyikan sebuah lagu dan penampilan Seo Joon sungguh keren. Seo Joon mengangguk dan bilang bahwa dia juga merasa bahwa film itu keren makanya dia memilih film itu.

Mae Ri lalu bertanya, "Ah apakah kau juga akan bernyanyi dalam drama ini? Ah Music Drama." Seo Joon ngejawab kalau di dalam drama ini dia berperan sebagai pacar seorang rockstar. Mae Ri berkomentar bahwa hal ini sangat menarik dan dia akan menyaksikan drama itu. Seo Joon sedikit tidak yakin aktingnya akan bagus karena banyak anti fans. Mae Ri memberikan semangat pada Seo Joon agar tidak mengkhawatirkan hal itu. Seo Joon tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

Manager menghampiri Mae Ri dan Seo Joon lalu bertanya, "Ada apa ini?" Mae Ri kaget dan langsung permisi pergi, sebelum pergi Mae Ri memberikan semangat pada Seo Joon dan Seo Joon tersenyum. Saat Mae Ri pergi, Seo Joon bilang pada Manager bahwa Mae Ri adalah asisten yang baik. Manager tentu tidak menyukai hal itu dan bilang bahwa Mae Ri sangat aneh dan menganggu proses photo, Seo Joon mencoba membela Mae Ri dengan mengatakan bahwa Mae Ri tidak menganggunya.

Maneger lalu bertanya, "Hey bukankah dia meminta tanda tangan darimu? Dia adalah asisten yang sudah sering bertemu artis dan dia menyebarkan rumor di internet mengenai manager yang sering menyiksa para fans." Seo Joon melihat Mae Ri yang sedang membagikan minuman kepada para crew dan dia merasa bahwa Mae Ri tidak mungkin sejahat itu.



Mae Ri sedang ada di kamar mandi dan dia mendengar ada crew yang sedang membicarakan Seo Joon yang terlihat sombong dan bisa mendapatkan peran dalam drama ini karena mengaku pacar Jung In. Crew yang membicarakan mengenai Seo Joon dengan temannya di telfon itu keluar dari bilik kamar mandi dan pergi keluar. Mae Ri masih ada di kamar mandi dan tidak mempedulikan hal itu, dia mengeluarkan HPnya untuk memberikan kabar pada Ayahnya.

Tiba-tiba Seo Joon keluar dari dalam bilik kamar mandi dan menatap Mae Ri dengan kesal.Mae Ri kaget di tatap seperti itu. Seo Joon mengambil HP Mae Ri lalu melemparkannya ke kacar sehingga kaca kamar mandi retak dan pecah. Mae Ri jelas kaget dan bertanya, "Ada apa denganmu?" Seo Joon menjawab, "Apa kau perlu bertanya kembali?" Seo Joon langsung pergi meninggalkan Mae Ri yang masih kebingungan. (Terjadi kesalah pahaman dimana Seo Joon nyangka bahwa orang di kamar mandi yang menjelek-jelekan dirinya itu adalah Mae Ri. Padahal sebenarnya bukan Mae Ri.)

Seo Joon kembali ke tempat pemotretan dan semua crew langsung mencoba untuk memperbaiki riasan make up Seo Joon namun Seo Joon marah-marah dan menghindar. Manager menghampiri Seo Joon dan bertanya kenapa namun Seo Joon tidak menjawabnya dan langsung pergi keluar.

Jung In heran melihat hal itu dan bertanya, "Ada apa?" Lee Ahn melihat itu dan berkomentar bahwa Seo Joon sepertinya sedang dalam mood yang tidak baik. Manager juga kebingungan dan bilang bahwa Seo Joon tiba-tiba berubah seperti itu setelah kembali dari Kamar mandi. Photographer menghampiri Jung In dan bertanya, "Kapan kita akan memulai pemotretan?" Jung In menjawab, "Lanjutkan dengan set yang lainnya." Jung In langsung pergi keluar untuk mengejar Seo Joon dan Manager pun ikut mengejarnya.

Semua crew langsung berbisik-bisik membicarakan apa yang terjadi. Mae Ri keluar dari kamar mandi dengan tatapan sedih dan di balik punggungnya dia menyembunyikan HPnya yang rusak akibat di lempar oleh Seo Joon.

Ternyata Seo Joon pergi ke tempat Moo Kyul perform. Seo Joon duduk di sebuah kursi dan dia menatap pick gitar yang di genggamnnya. Jung In masuk ke dalam tempat perform Moo Kyul dan melihat Seo Joon yang hanya terfokus matanya pada Moo Kyul yang sedang bernyanyi. Jung In melihat penampilan Moo Kyul dan dia hanya bisa terdiam. Manager datang dan ingin menghampiri Seo Joon namun Jung In melarangnya. Manager melihat ke atas panggung dan kaget saat melihat Moo Kyul lah yang sedang perform.

Moo Kyul terus bernyanyi dan dia merasa ada music yang salah. Ya pemain gitar di bandnya Moo Kyul terpaksa bermain drum karena si pemain drum tidak datang dan tentu saja itu merusak lagu karena si pemain gitar itu tidak bisa memainkan drum dengan benar. Moo Kyul pun menghentikan permainan musicnya begitu saja dan membuat semua penonton bertanya-tanya apa yang terjadi.

Manager bilang pada Jung In bahwa menonton perform ini membuang-buang waktu saja apalagi vokalisnya tidak memiliki skill dan kepribadian yang baik. Tiba-tiba saja Moo Kyul mulai bernyanyi kembali dan membuat semua penonton kembali terhibur. Jung In tidak mendengarkan kata-kata Manager itu dan terus menyaksikan perform Moo Kyul.

Lagu My Precious yang di bawakan Moo Kyul sudah selesai dan lagu pun berubah menjadi lagu Take Care My Bus. Jung In menyentuh perlahan pundah Seo Joon yang menatap Jung In dengan senyuman dan mengajak Jung In segera pergi. Seo Joon pergi keluar disusul oleh Manager yang berjalan keluar juga. Manager mengajak Jung In segera keluar juga namun Jung In menolak dan bilang bahwa dia akan menonton concert itu sebentar lagi. (Jung In sepertinya tertarik membuat Band Moo Kyul untuk jadi OST Drama.)

Concert sudah selesai dan Moo Kyul juga teman-teman bandnya pun pergi ke tempat ganti pakaian. Teman-teman Moo Kyul tentu marah-marah karena si pemain drum tidak datang. Tiba-tiba pemain drum datang dan meminta maaf karena dia tidak datang gara-gara mendapatkan kecelakaan dalam perjalanan ke tempat concert itu dan tangannya harus di perban. Moo Kyul melihat itu dan bilang bahwa temannya itu tidak perlu meminta maaf karena mendapatkan kecelakaan.

Teman-teman band Moo Kyul yang lainnya pun meminta maaf karena tidak bermain dengan baik. Moo Kyul tiba-tiba marah dan bilang bahwa hal itu tidak perlu meminta maaf. Moo Kyul mengambil gitarnya lalu pergi keluar.

Jung In sudah menunggu Moo Kyul di luar dan langsung memberikan kartu namanya pada Moo Kyul. Teman-teman band Moo Kyul keluar dari gedung perform dan melihat hal itu. Moo Kyul sedang tidak dalam mood yang baik sehingga dia pergi begitu saja. Teman-teman band Moo Kyul tentu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu makanya mereka langsung bilang bahwa Jung In bisa membicarakan masalah kontrak dengan mereka saja. Jung In dengan kejamnya berkata, "Maaf tapi aku tidak tertarik pada band amatir." Jung In langsung pergi meninggalkan teman-teman Moo Kyul yang tidak sangka di sebut Band Amatir.

Moo Kyul dan teman-teman Bandnya berkumpul kembali lalu makan bersama. Salah seorang teman Moo Kyul mabuk dan marah-marah karena di sebut band amatir. Mereka sudah memulai karir 7 tahun yang lalu sejak di bangku SMA. Moo Kyul tertawa mengingat masa-masa band mereka saat SMA. Mereka semua tiba-tiba membicarakan masalah karir yang tidak meningkat juga padahal teman-teman seusia mereka sudah menikah dan memiliki kehidupan baru. Teman Moo Kyul bilang bahwa Moo Kyul memiliki telent yang lebih dari mereka jadi sebaiknya Moo Kyul melanjutkan karirnyanya sendiri tanpa mereka. Moo Kyul bertanya, "Kenapa begitu?" Teman Moo Kyul menjawab, "Karena jika seperti ini terus kau bersama kami maka kau akan berakhir sama seprti kami. Kau harus hidup dalam reality."

Moo Kyul merasa kesal dan bertanya mengenai arti reality dan arti dari kehidupan mereka selama ini. Teman-teman Moo Kyul keluar dari dalam bar itu dan kembali bersemangat untuk mengejar cita-cita mereka bersama-sama. Teman-teman Moo Kyul juga berjanji akan lebih baik agar tidak di anggap band amatir lagi. Moo Kyul senang akan hal itu dan akhirnya mereka berpisah karena teman-teman Moo Kyul pulang ke tempat yang berbeda arah dengan Moo Kyul.

Moo Kyul berjalan dan berkata, "Ya harapan, cinta dan yang paling penting adalah...." Moo Kyul bersandar ke tembok dan saat dia membuka HPnya ternyata ada SMS dari Merry Christmas (Mae Ri!!!)

Isi pesan Mae Ri: "Kang Moo Kyul terima kasih untuk kemarin dan maaf. Kau pasti lelah karena aku jadi pastikan kau pulang dan beristirahat. Kau tidak minum-minum lagi sejak kau bilang akan bekerja keras, benar bukan? Jangan menganggap bahwa dirimu ini masih muda, jagalah dirimu. Jika kau berfikir untuk bermain music selamanya maka kau harus memikirkan kesehatanmu mulai sekarang. Dah. Merry Chritmas. Meow!" Moo Kyul tertawa membaca pesan itu dan berusaha menelfon Mae Ri namun Mae Ri tidak juga mengangkat telfonnya. (Ingat HP Mae Ri rusak.)

Tiba-tiba ada sebuah bayangan yang mendekat dan itu adalah bayangan Jung In. Moo Kyul hanya memandang bingung kearah Jung In.

Seo Joon sudah mendapatkan mood baiknya lagi dan memulai pemotretan kembali. Para crew memuji Seo Joon yang benar-benar cantik. Photographer lalu bilang bahwa pemotretan akan istirahat dulu hingga makan malam bersama. Mae Ri membagikan makanan pada crew dan dia kebingungan untuk memberikan makanan pada Seo Joon.

Akhirnya Mae Ri memberanikan diri menghampiri Seo Joon untuk memberikan makanan. Manager kesal melihat Mae Ri dan berkata, "Apa yang kau lakukan? Apa yang terjadi tadi di kamar mandi?" Seo Joon menegur pelan Manager agar diam. Mae Ri meminta Manager agar berbicara informal saja karena dia masih 24 tahun. Manager membisikan pada Seo Joon bahwa Mae Ri sungguh tidak sopan. Seo Joon pun menatap Mae Ri dengan kesal.

Mae Ri bilang bahwa Seo Joon sepertinya salah paham padanya mengenai kejadian di kamar mandi. Seo Joon bertanya, "Kalau bukan kau lalu siapa?" Mae Ri melihat crew yang tadi di kamar mandi itu terlihat ketakutan. Mae Ri pun menjawab, "Aku tau aku tidak akan hidup lama dan tidak bisa mengatakan semuanya walaupun kau dalam keadaan kesal atau ada kesalah pahaman yang terjadi. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa itu bukan aku. Tapi bagaimanapun juga aku mengerti jika kau salah paham padaku. Dan aku pun dapat melihat apa yang kau rasakan itu. Jadi aku akan mengerti. Dan karena kita akan sering bertemu di kantor ini, aku berusaha agar menghilangkan ketidaknyamanan ini." Lee Ahn terlihat tersenyum sementara Manager marah pada Mae Ri.

Mae Ri memberikan makanan Seo Joon dan bilang bahwa Seo Joon harus memakannya karena mereka akan melakukan pemotretan hingga malam. Seo Joon mengambil makanan itu dan Mae Ri pun langsung pergi untuk membagikan makanan untuk crew yang lainnya. Lee Ahn kembali berkomentar, "Wow dia sungguh gigih."

Jung In mengajak Moo Kyul keluar untuk minum bersama. Moo Kyul bertanya, "Apa yang kau ketahui mengenai band kami?" Jung In menjawab bahwa dia sebelumnya tidak pernah mendengar ada indie band di daerah Hongdae. Moo Kyul berkomentar bahwa Hongdae adalah daerahnya dan juga tempat perform bandnya. Jung In bilang bahwa Moo Kyul bisa saja tidak perform di tempat bar seperti itu. Moo Kyul bilang bahwa ada beberapa yang menawari kontrak namun dia menolaknya karena orang-orang itu tidak serius melihat band Moo Kyul. Jung In hanya berkomentar bahwa dia tidak speerti itu.

Moo Kyul bertanya, "Apa yang kau inginkan dariku?" Jung In menjawab, "Perasaan dan tingkahmu di atas stage itu.... dan musicmu terlihat sungguh hidup." Moo Kyul tertawa dan bilang bahwa Jung In itu hanya bermulut besar dengan berkata seperti ini namun pada akhirnya Jung In pasti akan mengubah cara berpakaiannya dan meminta Moo Kyul untuk bernyanyi lip sync. Jung In tersenyum sekilas dan bilang bahwa Moo Kyul ini punya bakat. Mereka berbicara serius dan Moo Kyul tertawa, "Apa produser music yang mencintai uang itu mengerti arti dari semangat Rock?"



Mae Ri pulang ke rumah pagi-pagi sekali karena semalaman dia bekerja untuk pemotretan drama. Ayah Mae Ri melihat Mae Ri yang baru pulang dan bertanya, "Kenapa kau kemari? Cepatlah pergi bertemu Jung In." Mae Ri bilang bahwa dia diminta istirahat karena semalaman bekerja keras. Ayah Mae Ri bilang bahwa dia meminta Mae Ri bekerja di perusahaan Jung In agar bisa bersama Jung In, bukannya justru bekerja keras seperti ini. Mae Ri akan berjalan kedalam rumah namun Ayahnya melarang dan meminta Mae Ri pulang ke rumahnya Jung In saja. Mae Ri kesal dan bertanya, "Ayah kenapa kau seperti ini?" Ayah Mae Ri bilang bahwa Mae Ri harus mematuhi peraturan 100 hari itu. Mae Ri mengerti dan bilang bahwa dia akan masuk kedalam rumah dulu untuk mengganti baju.

Moo Kyul terbangun dari tidurnya dalam keadaan telanjang dada (^^) dan dia kebingungan karena dia terbangun bukan di kamarnya. Jung In datang dengan memakai jubah mandi dan bertanya, "Kau sudah bangun?" Moo Kyul menatap Jung In kebingungan dan bertanya apa yang terjadi. Jung In kembali bertanya, "Apa kau tidak ingat kejadian semalam?" (Adegan ini benar-benar mengocok perut hehe abisnya Jung In bicaranya seolah terjadi 'sesuatu' semalam :))

Kembali ke kejadian semalam. Moo Kyul benar-benar mabuk dan Jung In lah yang membantu memapah Moo Kyul. Moo Kyul terus bergumam bahwa dia benci dingin namun sayangnya dia tidak punya pemanas dirumahnya dan akhirnya Jung In membawa Moo Kyul ke rumahnya. Kembali ke masa sekarang... Moo Kyul mengingat kejadian semalam lalu dia berkata, "Gitarku..."

Mae Ri datang ke rumah Jung In dan terdiam sesaat di depan pintu pagar rumah Jung In itu, "Bukankah dia seharusnya sudah pergi ke kantor? Baguslah jadi aku bisa masuk dan tidur."

Jung In memberikan minum pada Moo Kyul dan bertanya, "Kau menulis semua lagu itu sendiri? Lalu bagaimana dengan proses rekaman?" Moo Kyul menjawab bahwa dia melakukan proses rekaman sendiri di rumahnya. Jung In kagum mendengar hal itu karena ini benar-benar kehidupan band indie. Jung In mendapatkan telfon dan dia pun mengangkatnya untuk membicarakan masalah rapat.



Mae Ri masuk ke rumah Jung In dan tiduran di sofa. Tiba-tiba dia mendengar ada suara seseorang dan Mae Ri bilang bahwa dia pasti berhalusinasi akibat semalam minum-minum. Tapi suara itu terdengar kembali dan Mae Ri kaget mendengarnya, "Apa dia benar-benar gay?"

Mae Ri diam-diam pergi ke kamar Jung In dan melihat Jung In yang sedang memakai jubah mandi dan ada seorang laki-laki bertelanjang dada di atas tempat tidur Jung In. Mae Ri mengenali laki-laki itu dan kaget, "Moo Kyul? Kang Moo Kyul!!" Moo Kyul kaget juga melihat Mae Ri, "Merry Chritsmas? Kau? Apa yang kau lakukan disini?" Jung In ikut kebingungan dan bertanya, "Kalian saling mengenal?" Mae Ri berjalan mendekati Moo Kyul dan berkata pada Jung In, "Dia suamiku!" Jung In bertanya pada Moo Kyul, "Jadi kau laki-laki menikah itu..." Moo Kyul juga bertanya pada Jung In, "Jadi kau laki-laki yang di surat pernikahan itu?" Mae Ri panik dan langsung berkata pada Moo Kyul, "Jagi Ya (Sayang!)"

0 comments:

Post a Comment