Sinopsis Oh My Lady Episode 8

Written by Yui Shinji 0 comments Posted in:

Min Woo pulang ke rumah dengan ngomel, bibi itu benar2 pemberani, bagaimana bisa ia masuk ke dalam mobil laki-laki di jam seperti ini? Kemana mereka? Min Woo sampai di apartemen-nya dan memberikan kue itu ke penjaga apartemen.

Min Ji keluar menemui Kae Hwa, Ibu! Kae Hwa menyuruh Min Ji memberi salam pada Shi Joon, ini Presdir di kantor Ibu. Min Ji memberi salam. Kae Hwa mengatakan kalau Presdir-nya memberikan kue agar mereka bisa merayakan ulang tahun bersama. Min Ji berterima kasih dan berkata Ibu pasti karyawan yang sangat bagus di kantor. Kae Hwa bingung menjawabnya.

Shi Joon yang menjawab, Dia bukan hanya karyawan, tapi juga manager perencanaan. Dia membantu banyak pekerjaan di kantor dan juga mengatur casting. Dia sangat bagus dalam pekerjaan-nya dan ia adalah karyawan yang sangat berharga. Min Ji sangat kagum, wow..Ibu kau keren sekali..

Shi Joon akhirnya pulang dan melihat keduanya dari kejauhan. Min Ji dan Kae Hwa menikmati kue bersama. Min Ji berkata pada Kae Hwa kalau ia menyombongkan ibunya di depan teman-temannya, ia berkata ibunya memproduksi pertunjukkan musikal dengan Sung Min Woo sebagai pemain-nya. Kae Hwa tanya apa Min Ji suka kalau ia kerja seperti ini? Min Ji suka, ia justru senang. Kae Hwa janji akan kerja lebih keras agar Min Ji bisa terus bangga padanya.

Liat pandangan Min Woo yang menyelidiki tuh kwkwkw...
Kae Hwa pulang dan melihat Min Woo belum tidur, kau belum tidur? Min Woo melihat dengan curiga, kau dari mana saja? Kae Hwa menjawab, dari kantor tentu saja. Min Woo terus tanya, kau langsung pulang setelah dari kantor? (Min Wo mulai cemburu neh....cuma lom sadar aja.....cieeeeeeeee...).

Kae Hwa menjawab, sebelumnya aku sempat pergi bersenang-senang. Kae Hwa berkata Ye Eun makan banyak hari ini. Min Woo tiba2 tanya apa pendapat Kae Hwa tentang kencan? Kae Hwa heran, kencan? suamiku adalah kencan pertama dan terakhir untukku. Benarkah? tanya Min Woo. Iya, meskipun saat aku masih SMU banyak senior yang mencoba mendekatiku.

Min Woo mencoba memberikan nasihat pada Kae Hwa berdasarkan pengalaman-nya agar Kae Hwa tidak dimanfaatkan oleh pria yang sudah menikah. "Kau seharusnya hidup dengan tenang dan pikirkan putrimu."

Kae Hwa menjawab, mendengar kata2 itu keluar dari orang yang sangat tidak dewasa benar2 aneh. Min Woo berkata, itu penting!

Kae Hwa tidak begitu peduli dan memberikan rekaman dari sekolah Ye Eun. Apa ini? Min Woo heran. Itu adalah acara di sekolah Ye Eun, hari ini ada open class. Karena kau tidak bisa datang, ini..lihatlah.


Min Woo tidak terlalu semangat tapi ia melihat juga dan saat melihat ada anak laki kecil yang menarik rambut Ye Eun, ia berkata, "Apa..apa itu? Hei anak nakal!" Min Woo tidur dengan senyuman di wajahnya. Ia mulai menyayangi Ye Eun.

Ayah Min Ji heran saat mendengar Kae Hwa datang membawa kue dan diantar oleh bossnya.

Pagi di apartemen Min Woo, Kae Hwa sibuk sekali. Ia harus mengurus tentang audisi. Min Woo sebaliknya tidak ada kerjaan karena jadwalnya di-cancel hari itu dan ia minta kopi. Bibi, kopi

Kae Hwa masih sibuk menelepon dan ia tidak mengacuhkan Min woo. Min Woo berkata lagi, aku minta kopi. Kae Hwa minta maaf. Min Woo : Kau membawa pekerjaan kantor ke rumah ya? Kau seharusnya mengurus rumah, aku membayarmu untuk itu.

Kae Hwa akhirnya berangkat dan mantan suaminya ingin menemuinya. Kim Byung Hak menunggu Kae Hwa di depan kantor The Show, ia minta agar Kae Hwa mengambil Min Ji. Istri barunya tidak tahan dan Byung Hak bahkan akan membayar untuk rumah Kae Hwa. Kae Hwa minta Byung hak menunggu sebentar lagi, ia ingin jadi mandiri saat mengambil Min Ji nanti.

Byung Hak tidak mengerti, jadi kau sekarang adalah wanita mandiri? Ia tidak mengerti Kae Hwa. Padahal ambil aja ya uangnya..dia kan ayah Min Ji juga, dah kewajibannya.

Produser Eom bertemu dengan Kim Byung Hak dan berkata kalau The Show mengadakan audisi untuk mengganti aktor yang mereka pecat, yang ternyata kerja dengannya. Produser Eom berkata ia akan membuat pertunjukan besar, "Splendorous Life". Eom sedang berusaha untuk mendapatkan hak cipta penyiarannya, jika mereka mendapatkannya, maka The Show akan tamat.

Sementara itu para penari sedang melakukan audisi. Min Woo dirumah sendirian dan ia merasa bosan, lalu ia punya ide, ia akan mampir ke audisi di kantor, ini adalah tindakan sopan santun, iya kan.

Saat Min Woo tiba, audisi sudah selesai dan ia menawarkan untuk membawa semuanya makan siang. Semua senang. Saat makan siang, awalnya berjalan lancar, sampai Jung Ah juga mengundang...pacar gelapnya.

Ini langsung membuat Shi Joon kaku dan Kae Hwa yang tahu hubungan mereka jadi tidak enak. Min Woo menyadarinya dan ia tidak suka.

Suasananya jadi tegang dan Shi Joon permisi duluan. Mau tidak mau karyawannya ikut. Mereka mendorong Kae Hwa semobil dengan Shi Joon. Kae Hwa menemani Shi Joon kembali ke kantor dan ia bahkan mengabaikan telp Min Woo. Min WOo telp lagi dan kali ini Kae Hwa berkata, ia ada urusan bicara nanti saja dan langsung mematikan telp. Min Woo jadi bingung.

Di mobil, Shi Joon tanya, kau sudah tahu ya? Kae Hwa minta maaf. Tapi Shi Joon justru mengajak Kae Hwa ke taman dan curhat.

Shi Joon mengaku istrinya menuntut cinta lebih banyak dan ia tidak bisa memberikannya. Kae Hwa berkata, anda juga salah, anda tahu tapi tidak melakukan apa-apa. Shi Joon membenarkan.

Kae Hwa berkata Min Ji berterima kasih. Shi Joon tanya apa tidak susah membesarkan anak sendirian? Kae Hwa menjawab tidak, ia juga tidak menyesal bercerai dan tidak menyesali pernikahannya.

Yu Ra berusaha agar Min WOo menelpnya. Ia pura2 salah kirim sms. Ia mengirim sms ke Min Woo dan berkata ia sakit flu, tapi ditujukan untuk orang lain. Min Woo yang membacanya otomatis telp Yu Ra.

Saat keduanya bertemu, Yu Ra menanyakan tentang kontrak Min Woo, masih berapa lama lagi dan apa Min Woo tidak tertarik pindah ke perusahaan yang lebih besar? Min Woo tidak memberi jawaban jelas dan Yu Ra menekankan agar Min Woo memikirkan masa depannya, bukan hanya kesetiaan pada managernya.

Reporter Han mengunjungi kantor The Show dan berusaha cari informasi tentang Min Woo. Kebetulan hanya Kae Hwa di kantor. Reporter Han heran mengapa Min Woo mengambil proyek musikal ini, ini bukan jenis pekerjaan yang akan diambil seorang bintang. Ia curiga pasti ada alasan tersembunyi di balik ini.

Kae Hwa tidak mengatakan apapun, ia hanya berkata ia tidak punya informasi untuk reporter Han dan tidak terlalu peduli dengan itu. Reporter Han jadi semakin penasaran.

Kae Hwa pulang dan Min Woo menunggunya sambil mengomel, aku kelaparan sampai hampir mati. Kae Hwa minta maaf dan ia akan menyiapkan makan malam. Perhatian Kae Hwa tertuju pada tumpukan kardus, apa ini? Min Woo pura2 tidak tahu dan berkata buka saja dan lihat. Kae Hwa tanya apa ini dari fansmu?

Kae Hwa membuka dan melihat isinya adalah teddy bear sekotak penuh, ia heran, lalu membuka kotak lain ternyata sama, semua penuh teddy bear. Awalnya Kae Hwa heran, buat apa Min Woo membeli teddy bear sebanyak ini? Sampai melihat reaksi Ye Eun. Min Woo menekan rasa bangganya dan berkata, boneka yang kau lihat waktu itu sangat jelek, jadi ia membelikan ini.

Kae hwa senang sekali dan langsung memenuhi lengan Ye Eun dengan boneka2 itu, lihat Ye Eun, apa yang ayah belikan. Min Woo padahal kau cukup membeli satu atau dua saja. Ye Eun senang sekali dan tersenyum manis. Min Woo tidak mengatakan apa-apa, ia hanya menepuk kepala Ye Eun dan berjalan pergi. Ia senang Ye Eun suka dengan bonekanya. Malam, saat Ye Eun sudah tidur, Kae Hwa berkata, Ye Eun, kau sudah melumerkan ayahmu, kau pasti sudah mulai memasuki hatinya.

Kae Hwa akhirnya mulai membersihkan crayon di foto Min Woo :) mungkin Kae Hwa mulai respek dengan Min Woo.

Mereka di dapur dan Min Woo berkata, aku lapar, apa ada yang bisa... Sebelum Min Woo selesai bicara, Kae Hwa sudah membrikan makanan. Tampaknya keduanya mulai saling memahami, apalagi Kae Hwa membuat dukbokki yang adalah kesukaan Min Woo. Min Woo : dukbokki ini enak. Kae Hwa berkata ia harus belajar setelah bersih2. Min Woo heran, belajar? belajar apa? KAe Hwa mengatakan kalau Shi Joon memberinya buku untuk dipelajari dan ia tidak bisa membacanya di kantor dan harus membacanya hari ini.

Kae Hwa menghela nafas dan berkata ia masih harus banyak belajar tentang pertunjukkan musikal. Min Woo berharap pertunjukan-nya nanti sukses dan Kae Hwa setuju. Tapi Kae Hwa berkata, "Demi Presdir." Min Woo tidak mengerti apa hebatnya Shi Joon. Ini memancing Kae Hwa untuk mengatakan kebaikan Shi Joon, seperti ia sangat semangat tentang pekerjaan-nya, tidak seperti kebanyakan orang. Min Woo mengeluh, selera Kae Hwa mengenai pria jelek sekali.

Tapi Kae Hwa punya alasan tersendiri, ia tidak bisa terus kerja disana jika pertunjukan itu gagal. Kae Hwa selalu diidentifikasi dengan orang lain, misalnya ia dikenal sebagai Ibu Min Ji (bukannya Yoon Kae Hwa), itulah mengapa punya kartu nama atas namanya saja membuat Kae Hwa gembira, "Sudah lama sekali sejak aku punya kartu nama atas namaku sendiri. Aku punya kartu nama dan tempat kerja, apa kau tahu bagaimana itu membuatku tenang? Bintang terkenal seperti dirimu tidak akan tahu."

Shi Joon pulang dan ia membuka kamar isterinya, yang kosong. Mereka sudah pisah kamar. Matanya melihat foto keduanya saat masih bahagia.

Jung Ah ada di studio, dimana pacarnya menemukannya. Pria itu berkata ia tidak suka waktu diajak makan siang waktu itu, membuatnya dan juga Shi Joon tidak enak.

Paginya di kantor The Show, Shi Joon menerima berita bahwa Perusahaan Dae Han (investor mereka) belum juga mentransfer dana ke rekening The show. Shi Joon bingung, bukankah Dae Han berkata mereka akan mentransfer-nya hari ini. Shi Joon ingin bertemu pihak Dae Han dan ia merasa ada yang mencurangi mereka.

Shi Joon pergi sendiri dan semua staf The Show bingung. Termasuk Kae Hwa. Mereka tegang jika perusahaan tidak menerima dana, maka perusahaan ini akan tutup. Dalam dunia showbiz, semua bisa terjadi, jika mereka mendengar bahwa perusahaan ini tidak mendapat dana, maka para aktor bisa pergi begitu saja.

Min Woo mengadakan jumpa fans lagi dan saat interview ketika topiknya beralih ke masalah aktingnya, ia gemetaran lagi dan Min Woo menjawab ia ingin menantang dirinya sendiri dengan proyek musikal ini.

Setelah jumpa fans selesai, Manajer Yoon Seok menerima berita kalau The Show tidak mendapatkan dana. Yoon Seok senang dan berkata Min Woo tidak perlu melakukan pertunjukan musikal lagi.

Sebaliknya, Min Woo sudah mulai berubah pikirannya dan tanya apa yang akan terjadi dengan perusahaan itu. Yoon Seok dengan santai berkata ya tentu saja akan hancur. Min Woo kelihatan kesal, tapi ia pura2 senang.

Shi Joon menunggu kesempatan bicara dengan pihak Dae Han, ia melihat Produser Eom. Shi Joon bisa menebak apa yang terjadi. Eom menyombongkan diri sudah berhasil membuat investor berpihak padanya, ia punya proyek besar. (Eom menyuap investor)

Min Woo memikirkan Kae Hwa, ia pikir Kae Hwa pasti akan menangis. Jadi ia pergi ke The Show. Manager Yoon Seok curiga dengan sikap Min Woo, ia mengikuti mobil Min Woo. Ia heran saat tahu mereka berhenti di kantor The Show.

Di dalam, Kae Hwa sedang melihat kartu namanya dengan sedih saat ia dapat telp dari Min Ji. Min Ji minta Kae Hwa jadi guru tamu di sekolahnya minggu depan. Kae Hwa : Guru tamu?

Min Ji : Iya, banyak yang harus dikatakan dalam memproduksi pertunjukan musikal.
Kae Hwa : Baiklah. Aku akan bicara dengan bossku dan cari waktu untuk pergi.
Min Ji : Kita tidak boleh kalah dengan Ibu Yoo Jin, iya kan?
Kae Hwa : Iya.

Kae Hwa hanya ikut saja. Tapi ia punya ketakutannya sendiri. Kae Hwa : Min Ji bagaimana jika aku dipecat dari sini? Aku tidak punya tujuan. Kemana aku bisa kerja lagi di usia ini? Ini adalah keajaiban aku bisa kerja di sini. Aku punya teman kerja dan orang yang mengakui pekerjaan-ku.

Min Woo mendengar semuanya dan ia pergi diam-diam. Min Woo bertemu Shi Joon di luar. Min Woo minta waktu untuk bicara, mereka pergi ke atap, Yoon Seok melihat keduanya dan mengikuti mereka, ia ingin mendengar pembicaraan mereka.

Shi Joon menebak Min Woo kesini karena sebagai bintang ia kesal karena pertunjukan musikal ini ada kemungkinan dibatalkan. Shi Joon membenarkan, mereka sudah kehilangan investor, tapi berkata karena belum ada yang diputuskan maka ia menunggu saja.

Yoon seok kesal dan pergi. Ia kesal karena Min Woo tertarik dengan urusan itu. Min Woo tidak percaya dengan jaminan Shi Joon. Apa kau minta aku percaya kata2 itu dan menunggu? Apa ini yang kau tawarkan setelah semuanya?

Shi Joon : Jangan membuat kesimpulan dulu, apa kau pikir aku tidak bisa menemukan cara untuk mengatasi ini? Setelah ada di industri ini selama 10 th.
Min Woo : Apa berarti kau itu pengalaman dan aku amatir?

Sementara itu Kae Hwa mau pulang tapi ia melihat ada 2 mobil di depan kantor. Ia mengenali keduanya, Oh Presdir sudah kembali? eh..Mobil Min Woo.. Kae Hwa heran, tapi keduanya tidak ada di kantor, jadi ia langsung lari ke atap. Ia ingin tahu, dan Kae Hwa mendengar pembicaraan mereka.

Shi Joon : Kau tidak pernah berniat datang latihan. Mengapa kau datang ke sini tiba2?
Min Woo : Karena yang kau lakukan membuatku frustrasi, kau sudah mendesakku mengikuti pertunjukan ini tapi sekarang saat kau kehilangan dana, kau tidak melakukan apapun.
Shi Joon : Orang luar seperti kau mana tahu berapa banyak masalah yang harus kami atasi sebelum kami menampilkan pertunjukan di panggung.

Min Woo : Biarkan aku membantumu. Dana produksi..berapa yang diperlukan?
Shi Joon tersinggung : Apa?

Min Woo : Aku bilang berapa yang dibutuhkan?
Shi Joon : Apa kau ingin kupukul?

Min Woo menantang : Pukul saja aku!

0 comments:

Post a Comment