Hero episode 6

Written by Yui Shinji 0 comments Posted in:

Do Hyuk langsung pergi setelah menerima telp dari Manager Gong. Yong Deok tidak punya kesempatan untuk menjelaskan. Do Hyuk menemui Gong.

Gong, "Ayahmu, Reporter Jin yeon, menemukan apa yang sedang dilakukan oleh Jo Yong Deok. Jin Do Hyuk, kau tidak tahu kalau ia membunuh orang tuamu, kau sudah di manfaatkan olehnya. Aku kasihan padamu."

Do Hyuk tidak percaya apa yang didengarnya. Sementara itu, reporter Yong Deok lainnya sangat gembira karena koran online mereka semakin menarik banyak pembaca, dan mereka merasa sudah mulai bisa mencari pemasang iklan.

Yong Deok turun dan ikut bergembira dengan yang lain, Yong Deok mengenakan dasi baru dan stafnya memuji selera Yong deok. Tapi Yong deok berkata, ini hadiah yang aku terima. Hadiah ulang tahun..

Tiba2 Do Hyuk muncul di kantor. Ia sangat murka dan melewati Sang Chul untuk mendekati Yong Deok. Do Hyuk memaki Yong deok dengan kasar sekali.

Do Hyuk, "Kau sampah masyarakat! Kau kotor, dasar preman! Pembunuh! Bagaimana kau bisa berpikir untuk membuat koran, kau pembunuh. Lupakan saja semua!! Aku tidak habis pikir. dan aku benar2 menganggap orang seperti dirimu ..sebagai ayah. Aku berpikir itu!"

Do Hyuk mencoba memukul Yong Deok, tapi Sang Chul, Joon Hyung, Eun Shik, dan Man Soo menahannya. Do Hyuk hanya bisa menghancurkan telepon!

Jae In menemui Jaksa wilayah. Jae in ingin tahu mengapa surat penggeledahan yang dimintanya ditolak. Detektif Na yang ikut serta, menyarankan jika polisi bisa menemukan pria yang terlihat di CCTV, mereka akan mendapatkan ijin untuk penyelidikan. Jaksa setuju.

Jaksa wilayah menghubungi Hae Seong yang sedang makan malam bersama Ho Kyung dan Direktur Choi. Polisi masih menyelidiki kasus itu, aku tidak bisa melakukan apa-apa.

Direktur Choi tanya ada apa, dan Hae Seong berkata polisi juga mencari wanita hilang yang ditulis oleh Yong deok Ilbo. Han Seong tanya sejauh mana Choi Il Doo terlibat, tapi Choi hanya berkata hal terbaik yang bisa Han Seong lakukan adalah membiarkan Gong mengurus masalah ini.

Yong deok tahu persis siapa yang menipu Do Hyuk. Ia menemui Gong. Gong mengaku pada Yong Deok bahwa dia yang sebenarnya membunuh orang tua Do Hyuk dan Yong Deok memukulnya.

Gong tidak membalas malah tertawa, dan berkata pada Yong Deok, Ini benar2 membuatku terharu sampai menitikkan air mata. Ini tidak mudah bahkan ayah dan anak yang sebenarnya juga tidak saling menyayangi seperti ini.

Yong Deok, "Jika kau masih melakukan hal kotor seperti ini, bukan hanya kau yang kena tapi Direktur Choi juga akan menerima akibatnya."

Gong, "Direktur Choi bukan orang yang bisa dilawan." Yong Deok berkata karena kau sudah membunuh orang atas perintah Choi, maka kalian berdua harus hati-hati.

Gong, "Itu tidak akan terjadi, apa kau tahu mengapa kau dihukum selama 15 th? Karena menurut hukum, jika sudah 15 th, maka kasus pembunuhan akan expired. Aku maupun Direktur Choi tidak akan bisa dihukum." Yong Deok kesal sekali dan memukul Gong lagi. Gong tertawa keras. Yong Deok dan Sang Chul pergi.

Jae in tiba di cafe milik ibunya dan melihat ibunya menunggu Do Hyuk. Sebenarnya Ibu Jae In menunggu Yong Deok dan ia sudah membuatkan teh istimewa untuk Yong Deok. Tapi melihat Do Hyuk yang kelihatan kacau, ibu Jae In memberikan teh itu pada Do Hyuk. Ibu Jae In meninggalkan Jae in dan Do Hyuk sendiri lalu ia keluar dan menemui..Detektif Na. Mereka berjalan pulang.

Do Hyuk tanya, apa mungkin membuka kasus kecelakaan lalu lintas dari 15 th lalu. Jae In berkata, "Polisi tidak menyimpan catatan selama itu. Apa ini mengenai kematian orang tuamu?"
Do Hyuk, "Itu bukan tabrak lari, tapi pembunuhan, aku tahu siapa pembunuhnya."
Jae In, "Tapi sudah 15 tahun, batas undang-undang pembatasan untuk pembunuhan adalah 15 tahun."

Do Hyuk tahu itu, padahal dia sudah membunuh 2 orang. Jae In tidak tahu bagaimana membantu Do Hyuk dan ia mengajak Do Hyuk minum.

Jae in juga bercerita tentang kematian ayahnya. Saat itu ayahnya mengejar pencopet, pencopet melemparkan pisau ke arah ayahnya. Ayahnya tidak menggubris lukanya, ia tetap mengejar pencopet itu. Do Hyuk, "Lalu mengapa kau memilih pekerjaan yang berbahaya itu?"

Jai in, "Karena orang yang melakukan kesalahan harus dihukum. Aku ingin menyelesaikan pekerjaan yang belum diselesaikan ayahku. Jika ayahku tidak menangkap pencopet itu, dia tidak akan dibunuh orang."
Do Hyuk berkata, "Itu omong kosong, alasanmu tidak masuk akal." Jae in hanya tersenyum. Do Hyuk berterima kasih karena Jae in mengatakan ini kepadanya.

Hae Seong mengantar Ho Kyung pulang dan Ho Kyung berkata ia ingin tinggal bersama Hae Seong setelah mereka bertunangan nanti. Hae Seong menolaknya dan tanya mengapa Ho Kyung terburu-buru dengan pernikahan mereka. Ho Kyung, "Karena aku sangat mencintaimu."

Jae In dan Do Hyuk sudah mabuk semua. Mereka mulai ngawur dan bicara tidak tentu arah,
Do Hyuk, "hei, lihat sini, kau! memakai bahasa seperti itu pada Oppa?"
Jae In, "Oppa?"
Do Hyuk, "Ya, Oppa"
Jae In, "Oppa?! Oh, kau mau mendengarku memanggilmu Oppa, Oppa."
Do Hyuk, "Ya, itu kedengarannya bagus. Katakan lagi"
Jae In, "Oppa, Oppa, kepalamu! Kau dan aku itu sebaya tahu!"

Bagaimana kau tahu? tanya Do hyuk, Jae in mengingatkannya, Do Hyuk adalah teman sekelas Hae Song kan? Jae in menggerutu ia tidak merasa senang lagi, Do Hyuk lalu menari-nari dan ia menabrak Jae In, keduanya kehilangan keseimbangan dan jatuh. Jae In bisa langsung duduk, Do Hyuk malah pingsan. jae In mengangkat kepala Do Hyuk dan meletakkan di pangkuannya, dan Hae Seong lewat untuk melihat scene itu.

Jae In menggendong Do Hyuk pulang, Sol terkejut, Kau..menggendong pamanku? Sol menutup mata adiknya dan berkata, "Jin Jung, jangan mempelajari hal2 seperti ini!"

Do hee mengira Jae In dan Do Hyuk kencan. Aku dengar kau sudah punya pacar, dan menambahkan Do Hyuk belum pernah pacaran sebelumnya. Dia hanya pura2 kelihatan kuat diluar, tapi di dalam hatinya, ia hanya anak kecil. Do hee mengingatkan Jae In, Jangan menyakitinya.

Do hee dan Sol menyeret Do hyuk ke kamarnya dan setelah anak2 meninggalkan kamar, Do Hyuk menangis dalam tidurnya. Do Hee memeluknya dan menghibur adiknya, ia bingung mengapa Do Hyuk menangis.

Sang Chul terbangun di tengah malam dan ia melihat Bossnya belum tidur. Yong deok, "Takdir itu sangat ajaib." Sang Chul hanya berkata, "Kak, kau tidak bersalah. Kau harus cepat menjelaskan pada Kakak kecil.

Yong Deok, "Kita harus memberinya waktu untuk berpikir. Rencana Choi Il Doo benar2 sempurna, bisa2-nya ia mengirimku ke penjara selama 15 th."

Hae Seong akan mempertemukan ibunya dengan calon mertuanya. Hae Seong bahkan sudah menyiapkan baju mewah untuk ibunya, padahal ibunya tidak pernah mengenakan baju2 seperti itu. Ketika Ibu Hae Seong tahu bahwa calon mertua Hae Seong adalah Presiden Direktur Grup Daese, ia sangat terkejut. Ia bahkan menjatuhkan gelas air minumnya.

Ibunya tanya, apa sebenarnya yang kau rencanakan, apa kau mau membalas dendam? Apa kau pikir ini yang diinginkan mendiang ayahmu? Ayahmu ingin kau bahagia.

Hae Seong berkata, "Aku akan bahagia, hanya tidak sekarang."

Paginya, Do Hyuk pingsan lagi di tengah botol2 soju kosong, kenang2an dari ayahnya, dan terbitan pertama Yong Deok Ilbo. Do Hee mendesak Do Hyuk untuk bangun dan makan sesuatu, Do Hee membawa makanan dan koran. Do Hyuk bangun, minum air dan membaca koran yang memuat berita pertunangan Hae Seong dan Ho Kyung.

Myung Hee juga membaca koran yang sama dan ia heran bagaimana putrinya bisa kencan dengan pria yang sudah punya pacar. Jae In menjelaskan bahwa ia tidak tahu bahwa HAe Seong sudah punya pacar saat mereka kencan. Sekarang ia tidak mau menemui Hae Seong lagi.

Upacara pertunangan Hae Seong berlangsung dengan elegan dan mewah. Jae In menyibukkan diri dengan pekerjaan. Hae Seong terlihat tidak terlalu bersemangat, ibunya juga, hanya pihak keluarga Choi yang terlihat sangat senang.

Do Hyuk menemui Jae In dan mengajaknya minum lagi. Jae In tidak terlalu semangat, dan mereka pergi untuk memukul bola baseball. Setelah puas memukul, mereka main basket (spt di game station), setelah itu menembak, dan dance games. Setelah puas main2 mereka pesan bir dan ayam goreng. Jae in langsung menghabiskan segelas besar bir. Do Hyuk, "Kau bilang kau tidak tertarik minum alkohol?"

Jae In, "Memang bir itu alkohol?" Do hyuk, yah..minumlah sebanyak yang kau mau, aku bisa menggendongmu pulang. JAe in tanya apa kegiatan Do hyuk beberapa hari ini, ia sedang mempelajari kasus pembunuhan. Biarpun UU tidak bisa melakukan apapun karena sudah terlalu lama, Do Hyuk adalah jurnalis. Kau bisa mempublikasikan cerita itu dan biarkan masyarakat yang menghukumnya.

Do Hyuk berkata bahwa orang itu sudah membayarnya dan tidak ada yang tersisa. Jae In, "Apa kau mengenalnya? Jika iya, maafkan saja dia. Mungkin akan perlu waktu lama, dan aku yakin akan sangat sulit, tapi lakukan untuk dirimu sdr bukan untuk orang itu."

Do Hyuk berpikir sejenak, kemudian berkata pada Jae In, "Apa kau tahu? Kau terlalu baik untuk orang seperti Kang Hae Seong."

Di rumah, Do Hyuk memikirkan nasihat Jae In sambil melihat edisi perdana Yong Deok Ilbo. Yong deok juga membaca berita mengenai pencalonan Choi Il Doo menjadi presiden.

Paginya semua staf Yong Deok Ilbo juga membaca pencalonan diri Choi sebagai presiden, dan mereka berdiskusi, akan datang atau tidak dalam konferensi persnya, tapi mereka akhirnya menyimpulkan pembaca mereka tidak akan tertarik. Yong Deok datang dan menyapa stafnya, ia melihat meja Do Hyuk yang kosong. Tiba2 pintu terbuka dan..Do Hee masuk bersama Jung kecil.

Do Hee dan juga Yong Deok sama2 mencemaskan Do Hyuk. Do Hee ingin tahu apa ada sesuatu terjadi di kantor. Do Hyuk tidak mengatakan apapun, ia hanya tiduran dan minum2 lalu tidur. Yong deok hanya tanya, bagaimana kalian bertahan setelah orang tua kalian meninggal? Do Hee hanya menjawab, "Ya kami bertahan saja. Setelah kecelakaan itu, Do Hyuk menjadi bisu seperti Jung kecil. Do Hyuk tidak omong apapun." Ternyata Jung kecil yang tidak pernah bicara karena ia pernah melihat ayahnya memukul ibunya. Dan setelah itu, Jung tidak pernah bicara lagi karena shock.

Do Hee hanya ingin kehidupan yang lebih baik, sayangnya ia tidak punya keahlian apapun. Do Hyuk harus bekerja rangkap agar mereka bertahan.

lucu...

Do Hee mengajak Yong Deok ke rumah mereka. Jung kecil mencoba membangunkan pamannya dan Do Hyuk mendengar suara Yong deok dan ia keluar, ia marah sekali dan harus ditahan oleh Dong Hee, Jung, dan Sang Chul agar tidak menyerang Yong Deok. Mau apa dia di sini?! Yong Deok, "Aku ingin bicara denganmu sebentar."


Mereka keluar dan Yong deok bercerita, "Ayahmu, Jin yeon adalah reporter Harian DAESE, anak buah Choi Il Doo. Ayahmu menemukan perjanjian ilegal yang melibatkan Grup DAESE. Direktur Choi tidak bisa langsung memecat ayahmu, karena ayahmu bisa saja memberikan ceritanya pada koran lain, atau lebih buruknya, pada polisi. Lalu direktur Choi memintaku untuk "menyingkirkan" ayahmu, dan berjanji akan melepaskannya dari jaringan gangster jika ia melakukan pembunuhan. Aku tidak suka dengan tugas terakhirku itu dari mulanya, aku tidak bisa melakukannya karena aku melihat putra reporter Jin. Tapi pada saat itu, Gong muncul dengan truk dan mengambil nyawa orang tuamu."

Do Hyuk mendengar penjelasan Yong deok, tapi ia tetap tidak bisa percaya. Menurut Do Hyuk, Presdir DAESE, Choi Il Doo yang akan mencalonkan diri sebagai Presiden, tidak mungkin melakukan hal seperti itu.

Yong Deok benar2 ingin membuktikan bahwa ia tidak bersalah pada Do Hyuk, maka ia menyusun rencana. Ia mengirim Reporter Yong Deok Ilbo ke konferensi pers Choi Il Doo dan merek mengacau di sana. Choi Il Doo menerima telp dari Yong Deok dan Yong Deok berkata jika Choi tidak mau dipermalukan maka ia harus menemui Yong Deok.

Choi akhirnya minta Kang Hae Seong untuk menunda konferensi pers dan menemui Yong Deok.

Choi Il Doo menemui Yong Deok di atap. Yong Deok menyinggung mengenai pencalonan Choi Il Doo sebagai Presiden. Aku tidak berpikir seorang pembunuh melakukan itu. Choi berkata,"Aku tidak membunuh siapapun." Tapi kau memberikan perintah, kata Yong Deok.

Choi ingin menghina Yong Deok dan berkata, "Tapi kau gagal, kan?" Choi berkata, sudah 15 th, dan dunia ada di pihaknya sekarang. Kau tidak akan mendapatkan penjelasan ataupun alasan apapun dariku.

Yong deok, "Kau tahu orang seperti apa aku ini kan, aku tidak pernah bohong, Lagian, aku melakukan apa yang aku katakan. Aku peringatkan aku tidak akan membiarkannya."

Choi, "Jangan mulai lagi, siapa namanya? Jin Yeon? Bukan masalah untukku menyingkirkan reporter seperti itu, jika kau menghalangi langkahku, aku bisa melakukan yang lebih buruk padamu!"

Do Hyuk bersembunyi di dekat mereka dan mendengar semua percakapan itu, dan ...merekam setiap kata.

0 comments:

Post a Comment